AESI Lantik Kepengurusan 2018-2021

(kiri ke kanan) Arya Rezavidi (Sekjen AESI), Nur Pamuji (Ketua Dewan Pakar AESI), RM Soejono Respati ( Anggota Dewan Penasihat AESI), Harris (Anggota Dewan Pakar AESI), Didi Apridi (Anggota Dewan Penasihat AESI), Utama Kayo (Wakil Ketua I) dan Fabby Tumiwa (Wakil Ketua II) dalam pelantikan kepengurusan AESI 2018-2021 di Jakarta, Kamis (12/4/2018). (Foto: Istimewa)
Jakarta – Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) melantik pengurus periode 2018-2021 setelah sebelumnya telah mendeklarasikan pendiriannya pada 15 Desember 2016 di Jakarta.  AESI juga telah melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) pertamanya pada 25 Februari 2018.
Dalam perjalanannya, AESI bekerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perindustrian, METI, Kadin, PPLSA dan stake holder lainnya untuk mendukung dideklarasikannya Gerakan Nasional Sejuta Atap Menuju Gigawatt Pertama di Indonesia.
Pendeklarasian tersebut dilakukan untuk mendorong peningkatan penetrasi teknologi listrik tenaga surya (solar photovoltaic) di Indonesia. Dengan begitu, diharapkan nantinya dapat mendongkrak peran masyarakat untuk mencapai “The First Gigawatt Solar Power” sebelum 2020.
Selain itu, dalam pelantikan tersebut juga digelar diskusi panel bertajuk ‘2018 and beyond: Advancing Solar PV Rooftop Development in Indonesia. Diskusi kali ini membahas mengenai perkembangan pemanfaatan dan potensi penggunaan energi surya di Indonesia.
Tak hanya itu, diskusi panel kali ini juga menjadi ajang bersosialisasi portal Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA) yang telah diluncurkan berbarengan dengan Munas AESI pertama. GNSSA diharapkan menjadi tempat bagi para calon pengguna listrik surya atap untuk mencari informasi tentang produk maupun perusahaan yang menyediakan jasa pemasangan pembangkit listrik surya atap.
Nantinya, GNSSA juga berperan penting untuk memasarkan produk-produk dari produsen penyedia jasa konsultan maupun kontraktor. Sehingga, nantinya produk-produk pembangkit listrik surya atap mampu menjangkau di seluruh daerah di Indonesia.
AESI nantinya juga akan membuat tim verifikasi independen untuk menyeleksi produk maupun penyedia jasa agar produk dan jasa yang ditawarkan produsen lebih bermutu. (Nan)
Article Bottom AD

LEAVE A REPLY