Baru Panel Surya Transparan Untuk Gedung Pencakar Langit

0
15
Semitransparan sel surya merupakan solusi menjanjikan untuk gedung pencakar langit. (Foto: sciencemag.org)
Amerika – Sumber tenaga surya sebagai energi terbarukan tak hanya dapat dihasilkan dari peternakan panel surya saja.  Lebih dari itu, bahkan lebih produktif jika dipasangkan pada gedung-gedung pencakar langit.  Tentunya, dengan model panel surya yang tembus pandang seperti kaca.    Inilah potensi yang belum dimanfaatkan dalam pasar energi terbarukan. Padahal gedung perkantoran memakan lebih dari 75 persen penggunaan listrik di Amerika.
Lance Wheeler, seorang ahli tenaga surya di Laboratorium Energi Terbarukan Nasional di Golden, Colorado, Amerika, mengatakan bahwa mengubah jendela gedung menjadi panel surya transparan merupakan solusi menjanjikan.  Seperti dilansir sciencemag.org, dikatakan bahwa sebelumnya para ilmuwan material telah menyematkan film penyerap cahaya di kaca jendela.  Namun agaknya bagi para arsitek gedung teknik itu kurang menarik karena memberikan efek warna kemerahan atau coklat.
Dengan solusi alternatif panel surya transparan, justru dapat menyerap hampir secara eksklusif sinar ultraviolet tak terlihat (UV) atau cahaya inframerah sembari memblokir radiasi UV dan inframerah yang biasanya bocor dan terkadang memberikan panas yang tidak diinginkan.
Sebagian besar sel surya, seperti sel silikon kristal standar yang mendominasi industri, mengorbankan transparansi untuk memaksimalkan efisiensinya, persentase energi di bawah sinar matahari diubah menjadi listrik.  Sel silikon terbaik memiliki efisiensi sebanyak 25 persen.  Sementara itu, bahan sel surya buram yang disebut perovskit, mendekati silikon dengan efisiensi tertinggi 22 persen. Tidak hanya perovskit yang lebih murah daripada silikon, mereka juga dapat disetel untuk menyerap frekuensi cahaya.
Richard Lunt, seorang insinyur kimia dari Michigan State University di East Lansing, melaporkan bahwa jendela matahari perovskit menyerap UV dengan efisiensi 0,5 persen. “Kaca jendela yang gelap memang dapat mengurangi kebutuhan akan AC ruangan karena dapat menyerap panas,” ujarnya.
Tahun lalu, di Nature Energy, tim Lunt melaporkan telah membuat sel penyerap UV dan inframerah yang transparan dengan efisiensi 5 persen dengan menggunakan fotovoltaik “organik” – sandwich film tipis dari semikonduktor dan logam organik.   “Sistem masa depan yang menggerakkan perovskit menangkap UV ke organik yang menangkap inframerah bisa mencapai efisiensi 20 persen, sementara masih hampir seluruhnya transparan,” katanya.  Agak susah memang untuk menghitung untung-rugi penggunaan  jendela semi transparan secara detil.
Tahun lalu, Departemen Energi Amerika mengganjar hadiah sebesar 2,5 juta dolar Amerika untuk Next Energy Technologies di Santa Barbara, California, karena menyempurnakan semitransparan sel surya organiknya. Perusahaan ini telah mencapai efisiensi 7 persen dengan jendela yang menyerap setengah dari sinar matahari termasuk cahaya yang terlihat.
Itu lebih gelap dibandingkan dengan kaca bening, tetapi karena mereka menyerap cahaya dari seluruh spektrum daripada pada frekuensi tertentu, mereka tidak mengambil warna yang tidak sedap dipandang seperti kemerahan atau kecoklatan.
“Ternyata jendela yang menyerap sekitar separuh cahaya di semua spektrum terlihat bagus,” kata McGehee. (Liy)
Article Bottom AD

LEAVE A REPLY