‘Beji Lintar’ Berawal Dari Kewajiban Memberi Solusi

Article Inline AD

Munculnya kendaraan listrik yang perlahan tapi pasti mulai terjun dalam persaingan penjualan moda transportasi di tanah air, membuat penyedia listrik negara menangkap kebutuhan ini sebagai kebutuhan masyarakat nantinya. Berangkat dari sebuah inisiatif untuk memberikan solusi, PLN DISJAYA (Perusahaan Listrik Negara Distibusi Jakarta Raya) memprakarsai alat pengisian listrik untuk kendaraan bertenaga listrik yang diletakkan di tempat-tempat keramaian dan strategis.

Inisiatif yang digagas oleh PLN DISJAYA ini rupanya mendapat tanggapan positif dari beberapa cabang perusahaan plat merah penyedia energi listrik tesebut. Dalam kurun waktu yang relatif singkat jajaran PLN telah berhasil memasang lebih dari 800 unit sejak 2016 lalu yang tersebar di seluruh Indonesia.

Alat yang berguna sebagai pengisian tenaga listrik atau yang disebut dengan SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum). SPLU yang juga diberi nama dengan BEJI LINTAR ini menjadi sebuah sarana bagi masyarakat untuk dapat dengan mudah mengakses listrik untuk keperluan dengan perangkat bergerak.

Rupanya PLN DISJAYA tidak ingin ketinggalan dalam penyediaan fasilitas ini, melihat semakin besarnya peluang dan celah lebar yang diberikan oleh pemerintah seputar pengadaan kendaraan listrik. Sebagai perusahaan penyedia listrik negara PLN harus selalu siap dan sigap untuk dapat memberikan solusi bagi masyarakat dalam mengakses kebutuhan akan listrik.

Solusi ini diberikan kepada masyarakat agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses kebutuhan listrik di luar jangkauan tempat tinggal atau pada tempat-tempat umum. SPLU ini sendiri menpunyai banyak fungsi selain ke depan perangkat ini mempunyai tujuan sebagai stasiun pengisi energi bagi kendaraan listrik. Namun demikian stasiun pengisi listrik ini juga mempunyai fungsi bagi masyarakat yang ingin memperoleh kebutuhan listrik untuk keperluan berdagang atau keperluan lainnya.

“PLN sebagai penyedia listrik di sini kemudian berpikir apakah kita akan menunggu motornya dulu atau kita sediakan fasilitas pengisiannya dulu, akhirnya kita memutuskan untuk menyediakan fasilitasnya dulu”

Saat ini SPLU yang disediakan oleh PLN yang berada dalam kontrol divisi niaga ini rupanya banyak menjadi soulsi bagi pedagang kaki lima atau UKM yang ingin mendapatkan energi listrik secara legal dan terjangkau dengan cara yang mudah.

Menurut Hafazah, Deputi Manajer Revenue Assurances PLN DISJAYA, keberadaan SPLU ini berangkat dari sebuah keinginan memberikan solusi untuk warga yang ingin mendapatkan listrik dengan mudah.

Seperti diketahui untuk mendapatkan sambungan PLN secara langsung dan legal, warga harus memiliki beberapa persyaratan yang tentunya akan mempersulit warga jika berada di tempat umum. Salah satunya warga harus melampirkan surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) kepada PLN untuk dapat mendapatkan sambungan listrik secara langsung dari PLN.

“Jadi kami PLN DISJAYA menggagas SPLU ini awalnya adalah sebagai sebuah solusi sebenarnya, karena kita ingin memberikan solusi jangka panjangnya. Yaitu solusi terhadap kendaraan listrik utamanya, nah PLN sebagai penyedia listrik, di sini kemudian berpikir apakah kita akan menunggu motornya dulu atau kita sediakan fasilitas pengisiannya dulu, akhirnya kita memutuskan untuk menyediakan fasilitasnya dulu”. Terang Hafazah dalam sesi wawancara dengan priskop.com.

 

 

Keputusan memberikan fasilitas terlebih dahulu oleh PLN DISJAYA adalah dengan pertimbangan kegunaannya masih juga bisa digunakan oleh masyarakat yang tidak hanya menggunakan kendaraan listrik saja melainkan juga bisa digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan sambungan listrik untuk keperluan berdagang ataupun keperluan lainnya.

“Pemberian nama BEJI ini diambil dari Bahasa sansekerta yang berarti sumber atau oase air sehingga BEJI dapat dikonotasikan sebagai sumber yang dapat memberikan kehidupan dimana dia berada”

Pada bulan Agustus 2016 lalu akhirnya SPLU di launching tepat di lokasi PKL di Area Jakarta, dipilih area PKL karena kondisi ini adalah kondisi di mana SPLU adalah sebuah solusi untuk dapat mengakses listrik dengan mudah. Dengan SPLU, pedagang akan dengan mudah mendapat akses listrik untuk menunjang usaha dagangnya dengan tenang dan cara yang legal.

 

 

Stasiun Pengisian Listrik Umum ini diberi nama dengan BEJI LINTAR. Pemberian nama BEJI ini diambil dari Bahasa sanksekerta yang berarti sumber atau oase air sehingga BEJI dapat dikonotasikan sebagai sumber yang dapat memberikan kehidupan di mana dia berada. Listrik sendiri saat ini adalah sumber kehidupan dan akan sangat diperlukan oleh masyarakat. Sedangkan kata LINTAR sendiri adalah singkatan dari Listrik Pintar yang seperti diketahui adalah tagline dari perusahaan plat merah tersebut.

Inisiator dan Pelopor Kendaraan Listrik
Tidak hanya sebagai penyedia listrik untuk masyarakat, dalam hal ini PLN DISJAYA menunjukkan kesungguhannya dalam menyongsong kendaraan listrik. Dalam memenuhi operasionalnya PLN DISJAYA memberikan kendaraan listrik untuk PLN DISJAYA dengan menggunakan motor listrik untuk operasional Distribusi Jakarta Raya tersebut.

Sebagai penyedia, rupanya PLN DISJAYA ingin juga menjadi pelopor dalam penggunaan kendaraan listrik. Dengan dua tipe armada yaitu motor tipe skuter dan tipe motor road bike. Kendaraan ini digunakan oleh Unit Layanan Cepat ‘ULC’ PLN DISJAYA dalam menjalankan tugas kesehariannya.

 

Tampak Bagian Atas: Deretan motor listrik yang akan dipergunakan oleh PLN DISJAYA untuk melengkapi tranportasi Unit Layanan Cepat dengan tipe motor road bike. Sedangkan pada bagian bawah adalah motor dengan tipe skuter.

 

PLN DISJAYA telah mempersipakan sekitar 70 unit motor listrik dengan tipe road bike dan 60 unit untuk tipe motor skuter besutan pabrikan anak negeri VIAR. Kedua motor inilah yang akan siap menyapa dan segera memberikan solusi kepada pelanggan untuk menyelesaikan keluhan yang dihadapi.

“Dalam kurun waktu sekitar 4 bulan motor listrik ini sudah memiliki komunitas pengguna dengan nama VEC (Viar Electric Community) dengan jumlah anggota sekitar 45 orang”

Kesiapan dan Optimistis Industri Kendaraan Listrik
Di lain sisi, kesiapan industri kendaraan listrik dalam menyikapi hal ini sebagai sesuatu yang positif telah dilihat sebagai peluang oleh produsen motor listrik bermerk VIAR. Diwawancarai secara terpisah Marketing Communication PT. Triangle Motorindo Frangky Osmond menegaskan pihaknya sangat optimis dengan pertumbuhan kendaraan listrik terutama motor listrik di Indonesia.

Sejak di-launching sekitar bulan Mei 2017 lalu, antusias pasar sudah menunjukkan respon yang positif walau memang tidak bisa disamakan dengan antusiasme pasar pada motor mesin. Dalam kurun waktu sekitar 4 bulan motor listrik ini sudah memiliki komunitas pengguna dengan nama VEC (Viar Electric Community) dengan jumlah sekitar 45 orang.

 

Motor Listrik Model Skuter Besutan VIAR yang telah menjadi moda transportasi untuk tugas harian Unit Layanan Cepat PLN.

 

Menurut frangky selain low maintenance motor listrik juga mempunyai keamanan dalam penggunaannya pada saat diguyur air hujan, hal yang banyak ditakutkan oleh calon pembeli sebenarnya sudah terjawab dan tidak perlu ditakutkan lagi.

Edukasi seputar penggunaan motor listrik kepada masyarakat juga masih perlu ditambah lagi agar masyarakat tidak kikuk dan ragu dalam memilih motor listrik sebagai sarana transportasinya.

Frangky mangatakan bahwa motor listrik mempunyai perbedaan dalam hal proses pengisian baterai, berbeda dengan ketika kita melakukan pengisian pada handphone. Pada handphone kita hanya perlu menyolok kabel pada colokan listrik lalu kemudian kita colokkan kabel pada charger ke saluran pengisian yang terdapat pada badan handphone. Berbeda dengan motor listrik yang harus terlebih dahulu kita colokkan kabel pada badan motor untuk selanjutnya kita colokkan pada colokkan listrik.

 

Dynamo yang digunakan oleh motor besutan PT. Triangle Motorindo ini menggunkan produk import dari Jerman dengan merk Bosch

 

Selain itu motor listrik bermerk VIAR besutan PT. Triangle Motorindo ini mempunyai keunggulan portable battery , sehingga sangat mudah untuk melakukan pengisian saat jauh dari colokan listrik.

Frangky juga menjelaskan dalam produk buatannya ini menggunakan motor besutan Bosch dari Jerman. Seperti diketahui ‘dynamo’ motor adalah mesin utama penggerak untuk motor listrik, oleh karena itu produsen motor listrik dalam negeri ini tidak akan main-main dalam memilih produk untuk menyajikan produk yang bermutu untuk Indonesia.

 


Written by: Ris                                                                                                              Edited by: Y&S

 

Article Bottom AD