Biobattery, Kolaborasi Jerman-Kanada Mengubah Limbah Bio Jadi Listrik

Jerman – Tim peneliti Jerman dan Kanada bersiap untuk meluncurkan kemitraan berbasis teknologi baru dan terbarukan. Proyek yang mereka sasar adalah bagaimana mengembangkan potensi Biobattery untuk mengubah limbah bio menjadi tenaga panas dan listrik.
Melalui riset inisiatif dari Future Energy Systems University of Alberta senilai 75 juta dolar Amerika ini, mereka memiliki mimpi untuk memasangkan alat canggih nan mutakhir untuk temuan ini. Upaya ini turut didukung oleh Fraunhofer-Gesellschaft, sebuah organisasi terbesar di Eropa yang berkecimpung pada dunia teknologi untuk aplikasi dunia nyata.
Basis teknologi baru ini akan mendukung proyek gabungan yang mengembangkan teknologi energi baru termasuk biofuel, baterai penyimpanan, dan penggunaan alternatif untuk CO2.
“Ini adalah teknologi baru yang bisa menguntungkan komunitas Alberta secara langsung, dan perlu diaplikasikan di dunia nyata,” kata Dr. Amit Kumar, wakil direktur Future Energy Systems dan peneliti utama di proyek Biobattery.
“Keahlian kami dalam penilaian siklus-kehidupan dan kesempatan kami melakukan pengujian unik dengan bahan baku Alberta menjadikan kami sebagai mitra dengan Fraunhofer,” lanjutnya.
Proyek Biobattery yang merupakan penelitian energi dari limbah ini adalah gabungan pertama yang akan membawa teknologi pembaharuan termo-katalitik (TCR®) yang dikembangkan oleh Fraunhofer melalui Profesor Dr. Andreas Hornung ke Edmonton. TCR adalah pabrik percontohan ukuran pelayaran yang dapat memproses berbagai limbah menjadi tiga produk berharga yakni bio-oil, char, dan gas, dengan kecepatan 30 kg per jam.
“Tergantung pada situasinya, unit TCR® bisa memberi kekuatan pada salah satu produk tersebut, sementara kami memanfaatkan yang lain. Dengan stok pakan yang benar, bahkan bisa menghasilkan bahan bakar jet yang layak, “jelas Hornung.
Proyek Biobattery akan menguji berbagai persediaan pakan Alberta seperti limbah kota, pertanian, dan kehutanan. Kementerian Pengembangan Ekonomi Perdagangan Alberta, Alberta Innovates, Susteen Technologies Canada dan WestJet telah bergabung dengan Future Energy Systems dan Universitas Alberta sebagai mitra dalam proyek ini.
Fraunhofer pun sudah mulai menguji teknologi ini di Birmingham, Inggris. Namun, di Alberta ada harapan bahwa TCR dapat memungkinkan masyarakat yang tinggal di pedalaman untuk mengubah produk limbah lokal menjadi energi, walaupun kepraktisannya akan bervariasi dan tidak sama di tiap wilayah.
“Tipikal bisnis untuk unit TCR sangat bergantung pada produk limbah apa yang tersedia di wilayah tertentu. Penelitian kami akan menilai produk limbah Alberta untuk melihat mana yang menghasilkan bahan bakar yang lebih layak, sehingga kami dapat memahami karakteristik masyarakat yang membutuhkan teknologi ini untuk mewujudkan ekonomi dan lingkungan yang bersih secara bersamaan,” kata Kumar.
Unit uji TCR diperkirakan tiba di Edmonton pada tahun 2018 ini. Tepatnya persis satu minggu sebelum penandatanganan kontrak di Munich, bersama dengan momentum kunjungan Prof. Dr. Andreas Hornung dan pihak dari Kanada ke Institut Energi di Universitas Birmingham Inggris.
Menurut Universitas Alberta, rencana ini sedang dikembangkan untuk proyek lain yang membawa teknologi baterai Vanadium Redox-Flow yang dikembangkan Fraunhofer ke Alberta untuk pengujian.
Baterai Redox-Flow dimaksudkan untuk mendukung instalasi daya terbarukan, yang memungkinkan energi intermiten dari sumber seperti matahari dan angin untuk sementara diadakan untuk penggunaan selanjutnya.
“Kami telah saling bertukar pengetahuan dan gagasan selama beberapa tahun, dan melalui penandatanganan kontrak tersebut, kami dapat memperluas kemitraan strategis kami dengan pihak Kanada,” tutup Hornung. (Liy)
Article Bottom AD