BPPT: Keamanan Siber Penting untuk Smart Grid

Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) mengadakan seminar Smart Energy Revolution di acara Elenex Indonesia 2018, JIExpo Kemayoran, Jakarta 19-20 September 2018. (Foto: Priskop)
Article Inline AD

Jakarta – Menginjak usia ke-3, Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) mengadakan seminar dengan tema Smart Energy Revolution: Toward Smart Electrical System for Resilient Critical Infrastructure dalam pameran Elenex Indonesia 2018 yang diselenggarakan oleh Pamerindo Indonesia dan UBM Pameran Niaga Indonesia di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/9/2018). Berdasarkan tema tersebut, PJCI mencatat bahwa telah terjadi perubahan kebutuhan listrik di dunia yang semakin meningkat sejak 2003. Hal itu disampaikan Pendiri PJCI Eddie Widiono dalam sambutannya.

“PJCI sudah menandai sejak 2003. Pada 2005, Eropa malah sudah membuat regulasi European Technology Platform. Dan pada 2020 nanti, Eropa harus menggunakan smart meter,” jelas Eddie Widiono di Hall B3-Room A JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Dengan adanya perubahan kebutuhan listrik tersebut, lanjut Eddie, negara seperti Cina sudah mengambil inisiasi mengembangkan smart grid atau jaringan cerdas pada sektor ketenagalistrikannya. “Tahun 2016, China menjadi leading country dengan smart grid-nya. Itu semua didukung dan dibiayai oleh negara,” tambah Eddie.

Sementara untuk sisi keamanannya, Direktur Pusat Pengkajian Industri Manufaktur, Telematika, dan Informatika (PPIMTI) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Andhika Prastawa mengatakan, keamanan untuk sistem jaringan sangat penting. “Kebutuhan akan cyber security sangat penting. Serangan siber bisa menyerang jaringan smart grid. Jadi keamanan untuk sistem jaringannya sangat urgent,” ujar Andhika Prastawa yang mewakili Deputi TPSA BPPT Hamam Riza di tempat yang sama.

Ia mengatakan, BPPT sejalan dengan PJCI dalam mengembangkan teknologi cerdas. Andhika berharap di usianya yang ke-3, PJCI semakin melebarkan sayapnya dalam memajukan listrik Indonesia.

“Di Puspiptek juga kami sedang mengerjakan suatu jaringan yang seperti PJCI lakukan. Semoga kiprahnya (PJCI) semakin luas dalam membangun kemajuan listrik di Indonesia,” imbuh Andhika.

Seminar Smart Energy Revolution dibagi ke dalam beberapa sesi seperti sesi I mengusung sub tema Regulasi dan Pengembangan Usaha dari Sisi Pembangkit dan Transmisi dan sesi II mengusung sub tema Resilient Critical Infrastructure.

Elenex Indonesia 2018 sendiri merupakan pameran tentang listrik cerdas yang diikuti oleh banyak exhibitor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Selain Elenex Indonesia 2018, diselenggarakan juga pameran Building System & Automation (BSA) Indonesia 2018 di tempat yang sama. (herry heryanto)

Article Bottom AD

LEAVE A REPLY