BPPT, PLN DISJAYA dan BPPT PJCI Tanda Tangani Kerjasama Wujudkan Jaringan Cerdas

0
211
WUJUDKAN SMART GRID: Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara 3 lembaga PLN, BPPT dan Organisasi Kelistrikan PJCI untuk mewujudkan terealisasikannya jaringan cerdas di Indonesia khususnya di Jakarta.
Article Inline AD

 

Jakarta, Selasa 17 Oktober 2017, PT. PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya menandatangani Nota Kesepahaman Bersama dengan lembaga pemerintahan Badan Pengkajian Bidang Teknologi (BPPT) dan Organisasi yang fokus pada ketenaga listrikan yaitu PJCI (Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia) didukung juga oleh PII (Persatuan Insinyur Indonesia). Agenda Kesepakatan Kerjasama tersebut adalah bagian dari seminar yang digagas oleh BPPT Kedeputian Bidang TIEM (Teknologi Informasi Energi dan Mineral). Hammam Riza, Deputi TIEM-BPPT, menyampaikan tujuan diselenggarakannya seminar ini adalah untuk mempersiapkan dan membangun pemahaman tentang pentingnya Cyber Security System dalam Jaringan Cerdas ‘Smart Grid’.

“Melalui seminar integrasi dan diseminasi TIEM ini, kami ingin mendorong pemahaman OT (Operation Technology) sistem kelistrikan cerdas di satu sisi dan IT (Information Technology) di sisi lain. OT-IT ini diperlukan untuk mencapai ketahanan negara dalam penyediaan jaringan kelistrikan yang aman dan handal,” Terang Hammam.

Sedangkan salah satu tujuan dari penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama ini adalah upaya dari 3 Lembaga terkait untuk dapat bersinergi menerapkan dan mewujudkan jaringan cerdas di Indonesia khususnya di Jakarta.

Untuk dapat mengimplementasikan jaringan cerdas ‘smart grid’ dibutuhkan teknologi informasi sebagai dasar dari pengoperasian jaringan cerdas itu sendiri, sehingga melalui teknologi digital ini komunikasi antar jaringan dapat terhubung dan terkontrol. Seperti diketahui teknologi informasi tidak akan bisa lepas dari jaringan internet sebagai komunikasinya, maka dari itu dibutuhkan Internet Protocol standar sebagai penghubung antar jaringan pada jaringan cerdas. Di sinilah dibutuhkan keamanan yang mumpuni. Serangan dari cyber yang mengancam dapat menimbulkan banyak kerugian dan membahayakan sistem kelistrikan itu snediri.

Menurut Andhika Prastawa, Kepala B2TKE-BPPT, menyampaikan bahwa kebutuhan akan keamanan cyber atau Cyber Security adalah hal yang sangat urgent. Menurutnya jaringan cerdas merupakan jaringan yang berbasis pada internet oleh karena itu diperlukan sebuah keamanan standar bagi pengoperasiannya.

“Dengan terkoneksinya komponen-komponen jaringan kelistrikan pada jaringan internet menyebabkan smart grid menjadi rentan terhadap ancaman dan serangan cyber. Oleh karena itu, serangan cyber bisa menyerang komponen fisik jaringan kelistrikan seperti open/close circuit breaker dan mematikan generator. Selain itu, serangan cyber bisa menyerang software dan database sistem baik itu untuk merusak data ataupun mencuri informasi. Jadi, keamanan untuk system jaringan cerdas adalah urgent.” Pungkas Andhika.

Sedangkan menurut M. Ikhsan Asaad, General Manager PT. PLN DISJAYA, keamanan cyber dan jaringan cerdas merupakan hal yang tidak bisa dielakkan dan sudah menjadi tuntutan dari perkembangan teknologi informasi dewasa ini.

“Kami melihat ini sebagai sesuatu yang urgent dan memang sudah saatnya PLN bekerja sama dan menjalin sinergitas dalam mewujudkan jaringan cerdas serta mengupayakan sistem keamanan bagi jaringan cerdas itu sendiri, sehingga kita bisa mengantisipasi dan tidak telat nantinya.” Tegas Ikhsan.

Seminar yang dihelat selama satu hari di gedung BPPT II Lantai 3 Jalan Thamrin Jakarta Pusat ini adalah tindak lanjut dari Kongres Teknologi Nasional yang diselenggarakan pada 17-19 Juli 2017 di mana membuahkan rekomendasi :

  1. Penentuan sektor infrastruktur informasi kritikal nasional terutama sipil atau publik non-militer.
  2. Framework Pengamanan Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional.
  3. Penentuan Instansi Pengawas dan Pengatur Sektor (IPPS) sebagai koordinator masing- masing sektor infrastruktur informasi kritikal nasional.
  4. Mengkaitkan antara keamanan informasi dengan keberlangsungan pelayanan publik sebagai prestasi kinerja pada suatu institusi.
  5. Pembentukan Koordinator Computer Security Incident Response Team (CSIRT).

Sebagai organisasi yang membidangi tenaga kelistrikan yang fokus terhadap perkembangan jaringan cerdas di Indonesia , PJCI (Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia) dalam hal ini diwakili oleh pendiri PJCI, Ir. Eddie Widiono,  juga menyampaikan kesiapannya dalam mendukung setiap langkah PT. PLN dan lembaga terkait untuk dapat membantu mewujudkan smart grid yang aman di Indonesia.

“Tentu saja sebagai organisasi yang fokus terhadap perkembangan jaringan cerdas di Indonesia, kami akan selalu siap dalam berkontribusi dan bekerjasama untuk dapat mewujudkan jaringan cerdas yang aman di Indonesia . Dengan sinergi kerja sama yang baik dengan pihak PLN dan lembaga terkait lainnya.” Ujarnya disela-sela sesi penandatangan Nota Kesepahaman Bersama di ruang VIP gedung BPPT II.

 


Written by: Ris                                                                                                      Edited by: Y&S

Article Bottom AD

LEAVE A REPLY