Ditjen EBTKE Teken KSO dengan PLN

Dirjen EBTKE Rida Mulyana ketiga kiri depan dalam penandatanganan KSO EBTKE dengan PLN terkait pembangkit listrik di Kalimantan dan Sumba Barat. (Foto: Ditjen EBTKE)
Jakarta – Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM menandatangani Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT PLN (Persero) mengenai Pengoperasian dan Pemeliharaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di Kalimantan dan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di Sumba Barat.
Direktur Jenderal EBTKE Rida Mulyana mengatakan, penandatanganan KSO tersebut untuk memperkuat sinergi antara kedua belah pihak.
“Penandatanganan KSO ini sebagai upaya kami (pemerintah) untuk memperkuat sinergitas antara pemerintah pusat, daerah, dan korporat, dalam hal ini PT PLN. Tentu saja ini menjadi jalan bagi kita semua untuk meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat,” ungkap Rida, Rabu (18/4/2018).
KSO antara Ditjen EBTKE dengan PT PLN (Persero) dilaksanakan dalam rangka optimalisasi pembangkit yang telah selesai dibangun selama menunggu proses persetujuan Presiden dan aset diserahterimakan kepada Pemerintah Daerah. Hadirnya KSO ini juga diharapkan dapat menjaga peralatan dan mesin pembangkit sehingga mengurangi resiko kerusakan alat selama periode tersebut.
Dalam KSO ini, PLN berperan melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit yang dalam pelaksanaannya bekerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk penyediaan bahan baku dan tenaga kerja.
KSO yang ditandatangani meliputi PLTBg Tanah Laut Kalimantan Selatan, PLTBg Lamandau Kalimantan Tengah, PLTBg Paser Kalimantan Timur, dan PLTBm Bodohula Sumba Barat NTT.
Sementara itu, Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole berharap dengan adanya kerjasama tersebut dapat berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Sumba Barat.
“Kami berharap kerja sama ini dapat memenuhi kebutuhan listrik di Sumba Barat dan berdampak bagi kehidupan ekonomi, karena saat ini listrik belum menjangkau daerah-daerah di Sumba Barat terutama yg memiliki destinasi wisata,” ujar Agustinus.
Sebagai tindak lanjut penandatanganan KSO, nantinya juga dilaksanakan joint inspection untuk menyatakan kondisi terkini dari PLTBg yang akan dijadikan sebagai referensi awal pengoperasian dan pemeliharaan peralatan pembangkit. Melalui kerjasama operasi ini, evakuasi daya listrik yang dihasilkan akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk pemenuhan kebutuhan listrik di daerah sekitar. (Nan)
Article Bottom AD