ENI Sepakat Gunakan Gross Split Untuk Lapangan Merakesh

Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar. Foto: Tim Komunikasi ESDM/Safii
Article Inline AD

 

Jakarta, – ENI Indonesia Ltd, operator Lapangan Merakesh telah sepakat untuk menggunakan skema gross split. Setidaknya ada tiga alasan yang menjadi alasan perubahan skema kontrak ini. Arcandra mengungkapkan, pengalihan skema pengembangan yang dilakukan ENI tersebut mempertimbangkan tiga faktor yang menjadi kelebihan dari gross split. Pertama certainty, kedua simplicity dan ketiga efisiensi.

Dengan ketiga alasan tersebut, maka Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) akan mendapat kepastian besaran bagi hasil yang akan mereka terima dengan cara menghitung sendiri (certainty). Kedua adalah simplicity atau kesederhanaan. Dengan skema gross split, KKKS akan lebih mudah lagi menjalankan kegiatannya karena tidak perlu lagi melakukan diskusi panjang dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (SKK Migas) terkait rencana kerja dan anggaran.  Skema gross split membuat sistem fiskal menjadi lebih sederhana. Spirit yang terakhir adalah efisiensi. Menggunakan skema bagi hasil gross split memudahkan KKKS melakukan pengadaan barang dan jasa dapat dilakukan sendiri sehingga lebih efisien.

“(Untuk) Lapangan Merakesh, ENI sepakat dan setuju untuk merubah dari cost recovery menjadi gross split. Kita targetkan Plan of Development/POD-nya disetujui, juga PSC kontraknya diamandemen paling lambat sebelum tanggal 12 Desember 2018 sudah selesai. Intinya, proses pengalihan dari PSC cost recovery kepada gross split itu bisa berlangsung dengan sangat cepat. Mereka mengajukan, dan kita proses kurang dari sebulan inshaa Allah kontraknya akan berubah menjadi gross split,” ujar Arcandra dari kutipan di laman resmi Kementerian ESDM, Rabu (5/12/2018).

Kontrak Blok East Sepinggan (Lapangan Merakesh), Kalimantan Timur  ditandatangani pada tanggal 20 Juli 2012 dan akan berakhir pada tanggal 19 Juli 2042. Rincian pekerjaannya, 10 tahun eksplorasi dan sisanya 20 tahun produksi. Komposisi saham pengembangan Blok East Sepinggan terdiri dari 85% ENI dan 15% Pertamina Hulu Energi East Sepinggan.

Sebagai informasi hasil kegiatan eksplorasi yang dilakukan ENI, Lapangan Merakesh diprediksi memiliki cadangan gas mencapai 814 triliun cubic feet (tcf). Rencananya lapangan ini akan on stream pada tahun 2021 dengan laju produksi awal sebesar 155 Million standard cubic feet per day (mmcfd). Lapangan Marakesh akan mencapai laju produksi puncak sebesar 391 mmcfd dengan usia batas economic limits 9 tahun.

(wulfram. Sumber: Tim Komunikasi ESDM/Safii)

Article Bottom AD