ESDM Bakal Revitalisasi 68 Pembangkit EBT Bermasalah

0
14
Jakarta – Menteri energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, dari 737 pembangkit yang dibangun, saat ini terdapat 68 unit pembangkit senilai Rp 305 miliar yang masih mengalami kendala dalam pengoperasiannya. Kementerian ESDM telah merencanakan perbaikan pada 68 pembangkit EBT bermasalah ini.
“Pembangkit EBT ini sebenarnya hampir semuanya selesai dibangun. Namun dalam waktu pengoperasiannya sekarang ada yang rusak. (Pembangkit EBT) ini yang rusak ringan dan rusak berat yang sudah dianggarkan di tahun 2018 dan 2019 ini harus segera diperbaiki, tidak bisa tidak. Nantinya setelah diperbaiki, akan diputuskan bisa dioperasikan oleh PLN,” kata Jonan saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI baru-baru ini.
Jumlah 68 pembangkit tersebut antara lain, PLT Bayu sebanyak 4 unit, dengan kapasitas 240 kilo Watt (kW), PLT Hybrid Surya-Angin 3 unit total kapasitas 74 kW, PLTMH 5 unit total kapasitas 784 kW, PLTS interkoneksi 4 unit total kapasitas 2.062 kWp dan PLTS terpusat 52 unit total kapasitas 1.420 kWp.
Jonan menjelaskan, pada 2018 ini Kementerian ESDM telah menganggarkan pembangunan pembangkit listrik berbasis EBT yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat saja, dimana pengoperasiannya bisa mandiri oleh penduduk setempat.
“Untuk PLTMH sebagian besar telah diserahkan kepada PLN sebagai investasi. Hal ini dilakukan mengingat jumlah orang yang dapat mengoperasikan (PLTMH) masih sedikit sekali,” ungkap Jonan.
Kementerian ESDM telah membangun 737 unit pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) dengan total anggaran mencapai 3,3Triliun. Hal tersebut berdasarkan catatan Kementerian ESDM dari 2011-2017.
Pembangkit tersebut terdiri dari 11 jenis, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat, PLTS Interkoneksi, PLTS Bandara, PLT Hybrid Surya dan Angin, PLT Hybrid Surya dan Diesel, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) CPO, PLT POME, PLT Biomassa, PLT Sampah Kota dan PLT Sampah Kota. (Nan)
Article Bottom AD

LEAVE A REPLY