ESDM Sebut Energi Panas Bumi Indonesia 28,5 GWe

0
40
(Sumber: ESDM)
Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan sumber daya energi panas bumi di Indonesia mencapai sekitar 28,5 Giga Watt electrical (GWe) yang terdiri dari resources 11.073 MW dan reserves 17.453 MW. Hal tersebut menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara dengan sumber daya panas bumi terbesar di dunia.
Keberadaan sumber energi ini erat kaitannya dengan posisi Indonesia yang berada pada kerangka tektonik dunia. Sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang sangat potensial, pemerintah terus berupaya mendorong peningkatan pemanfaatan panas bumi di Indonesia.
Merujuk data terbaru dari Direktorat Panas Bumi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) tercatat sumber daya panas bumi yang termanfaatkan mencapai 1.948,5 MW. Jumlah tersebut terdiri dari 13 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) pada 11 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP).
Sebaran 13 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang terpasang berdasarkan letak geografis dari wilayah barat sampai wilayah timur Indonesia yaitu, PLTP Sibayak, PLTP Sarulla, PLTP Ulubelu, PLTP Salak, PLTP Wayang Windu, PLTP Patuha, PLTP Kamojang, PLTP Darajat, PLTP Dieng, PLTP Karaha, PLTP Matakalo, PLTP, Ulumbu dan PLTP Lahendong.
PLTP Karaha, baru beroperasi secara komersil pada 6 April 2018. PLTP Karaha mampu melistriki 33 ribu rumah di Tasikmalaya dan sekitarnya. Pencapaian ini merupakan realisasi dari program 35.000 MW yang dicanangkan pemerintah yang akan meningkatkan kehandalan sistem transmisi Jawa-Bali dengan tambahan suplai listrik sebesar 227 Giga Watt hour (GWh) per tahun.
Selanjutnya, pada triwulan kedua tahun 2018, direncanakan tambahan kapasitas terpasang sebesar 110 MW terdiri dari PLTP Sorik Marapi Modullar Unit 1, PLTP Sorik Marapi Marapi Modullar Unit 2, PLTP Lumut Balai Unit 1 dan PLTP Sokoria Unit 1.
Selanjutnya, pengembangan industri panas bumi diharapkan juga mencapai wilayah timur Indonesia. Pemanfaatannya tidak hanya sebagai pembangkit, tetapi dapat dimanfaatkan secara langsung seperti untuk industri pertanian antara lain untuk pengeringan hasil pertanian, sterilisasi media tanaman, dan budi daya tanaman tertentu, selain sebagai destinasi wisata yang sudah dilakukan saat ini. (Nan)
Article Bottom AD

LEAVE A REPLY