Forum Bisnis Indonesia-Jepang Bahas EBT dan Efisiensi Energi di Dunia Industri

Forum JIBF atau Japan-Indonesia Business Forum for Energy Efficiency, Conservation and Renewable Energy, di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (14/11/2018). Foto: Ditjen EBTKE/Humas EBTKE
Article Inline AD

 

Jakarta,- Forum JIBF atau Japan-Indonesia Business Forum for Energy Efficiency, Conservation and Renewable Energy, digelar di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu kemarin (14/11/2018). Forum ini merupakan salah satu wadah untuk saling bertukar pikiran dan mencari solusi atas isu energi di Indonesia, khususnya di subsektor energi baru terbarukan (EBT) dan konservasi energy.

Acara ini terselenggara atas dukungan Japanese Business Alliance for Smart Energy Worldwide (JASE-W), dan didukung oleh Ministry of Energy, Trade, and Industry (METI) Jepang, Energy Conservation Center in Japan (ECCJ), dan Kementerian ESDM c.q Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).

Dilansir dari Laman Ditjen EBTKE, Forum JIBF ini merupakan bagian dari peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Jepang-Indonesia. Tujuannya untuk memperkuat hubungan kerja sama antara Jepang dan Indonesia, dengan memperkenalkan teknologi hemat energi dan energi terbarukan unggul yang berasal dari Jepang, guna membantu menyelesaikan isu energi yang ada di Indonesia.

Pertemuan ini juga merupakan realisasi dari dokumen action plan yang dihasilkan pada pertemuan the 5th Indonesia-Japan Energy Forum, yang telah dilaksanakan di Tokyo, Jepang, pada 8 Mei 2018 lalu. Saat itu, Direktorat Aneka EBT Kementerian ESDM tercatat sebagai penanggung jawab dari pihak Indonesia.

“Kami paham bahwa masih ada tantangan dalam hal teknologi untuk mengembangkan EBT di Indonesia, dan peningkatan teknologi tersebut dapat dilakukan di tingkat domestik. Jepang memiliki teknologi yang maju dan mumpuni di bidang ini, dan Indonesia dapat belajar dari pengalaman dan kepiawaian Jepang yang sudah terbukti dan terpercaya” ungkap Harris, Direktur Aneka Energi dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM, dalam sambutannya di Forum JIBF.

Pada forum ini, Harris menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi EBT terbesar dan paling bervariasi di dunia. Masyarakat Indonesia kini telah mulai memiliki kesadaran mengenai pentingnya menggunakan energi dengan bijak dan efisien. Kesadaran akan perlunya menggunakan teknologi ramah lingkungan pun telah semakin meningkat, demi masa depan yang lebih baik.

Menurut Harris, peningkatan kerjasama antara Indonesia dan Jepang tentunya akan meningkatkan perekonomian masyarakat kedua negara, sebagaimana pula meningkatkan kemampuan dalam hal manajemen energi dengan menekankan prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Tidaklah berlebihan jika kita mengumpamakan situasi saat ini di Indonesia sebagai ‘laboratorium’, tempat dimana kita dapat meneliti dan mengembangkan sektor EBT, yang dapat memberikan manfaat di masa mendatang, tidak hanya bagi Indonesia dan Jepang, namun juga bagi dunia” imbuh Harris.

Masahide Shima, selaku Managing Director Energy Conservation Center Japan (ECCJ) sebagai perwakilan JASE-W mengungkapkan antusiasmenya pada forum ini.

“Kami gembira dapat menggelar kegiatan positif seperti hari ini, kami berharap melalui ajang ini didapatkan solusi untuk menyelesaikan isu energi yang ada Indonesia, tentunya dengan memperkenalkan teknologi hemat energi dan energi terbarukan unggulan dari Jepang, untuk itu Indonesia dapat belajar langsung dari sumbernya sehingga ke depannya tercetus beberapa solusi yang tepat guna dan sasaran” kata Masahide Shima.

Untuk diketahui, forum bisnis JIBF yang digelar sehari penuh ini menghadirkan pakar energi dan konservasi. Acara dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama bertema “Energi Baru dan Energi Terbarukan” dan sesi kedua bertajuk “Hemat Energi di Bidang Industri”.

Selain memperkenalkan teknologi dan proyek dari 14 perusahaan Jepang dalam sesi presentasi, forum ini juga diisi tanya jawab dari berbagai instansi Pemerintah Indonesia, sehingga menjadi wadah interaksi antar berbagai pihak yang hadir.

Di samping kegiatan berupa forum, di lokasi acara juga dilaksanakan kegiatan pameran panel teknologi hemat energi dan energi terbarukan sehingga peserta yang hadir dapat melihat perkembangan teknologi terkini serta menjadi wadah bagi temu bisnis berbagai pihak. Pada ajang ini, tercatat sekitar 200 orang baik dari instansi pemerintah dan perusahaan Jepang dan Indonesia hadir untuk berpartisipasi. (Agus. Sumber: Humas EBTKE/DLP)

Article Bottom AD