GE Indonesia Siap Tawarkan Digitalisasi Sektor Kelistrikan

0
12
David Hutagalung, President Director GE Operations Indonesia, menyampaikan informasi terbaru mengenai pembangkit tenaga listrik digital; rural electrification; teknologi pembangkit listrik dan distribusi GE; renewables; dan lain-lain, saat media briefing GE di Jakarta. (Foto: Istimewa)
Article Inline AD

Jakarta – Baru-baru ini, salah satu pelaku usaha di sektor listrik General Electric (GE) Power Indonesia telah melakukan studi terkait sistem kelistrikan dunia. Dalam catatan GE Indonesia, saat ini dunia sedang bertransisi dari sistem kelistrikan berdasarkan teknologi pusat pembangkitan, transmisi dan distribusi (T&D) generasi tradisional, ke sistem yang merangkul teknologi baru berbasis digital dan ramah lingkungan.

President Director GE Operations Indonesia David Hutagalung mengatakan bahwa sistem energi global berkembang menuju jaringan terpadu dan hibridisasi yang memadukan unsur-unsur teknologi lama dan baru yang bekerja secara sinergis untuk menyediakan tenaga listrik yang dapat diandalkan, terjangkau, dan berkelanjutan untuk pabrik, bisnis, dan masyarakat di seluruh dunia.

“Selama beberapa dekade ke depan, pembangkit listrik yang besar dan berada di pusat akan menjadi semakin efisien. Selain itu, mereka akan dilengkapi dengan sistem perangkat keras dan perangkat lunak baru, yang sering kali lebih kecil, yang didistribusikan ke seluruh sistem T&D,” jelas David dalam keterangan tertulisnya di sebuah restoran di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Merespons pernyataan di atas, Country Leader GE Operation Indonesia George Djohan menyampaikan bahwa alat digital akan semakin terintegrasi dengan teknologi di seluruh jaringan listrik. Karena menurutnya, ini merupakan solusi dalam mendukung efisiensi tinggi pembangkit listrik melalui teknologi H-class dan ultra supercritical terbaru, perbaikan dan upgrade pembangkit listrik, pembangkit listrik tenaga hybrid untuk pedesaan, serta gardu listrik digital dan penyimpanan tenaga listrik dalam baterai (reservoir) untuk meningkatkan stabilitas jaringan terutama pada jaringan yang menggunakan pembangkit listrik terbarukan.

“Teknologi yang GE kembangkan menurut kami cocok untuk diaplikasikan di Indonesia,” ujar George Djohan kepada wartawan di tempat yang sama.

Ia melanjutkan bahwa pihaknya mengalami transformasi sistem kelistrikan. “Khususnya di listrik, kita mengalami transformation yakni decentralization, decarbonazation, dan digitization (penggabungan hardware dan software). Saat ini GE fokus di tiga area yakni aviation, power, renewable energy. Kami mengembangkan digital juga,” tambahnya.

Solusi-solusi tersebut, menurut George, merupakan sebagian komponen utama dalam GE Energy Ecosystem, sistem teknologi digital dan industri yang saling terhubung yang mendukung seluruh mata rantai energi, dari produksi, distribusi hingga titik akhir penggunaan listrik.(her)

Article Bottom AD

LEAVE A REPLY