Gelar MUNAS ke-2, MASKEEI Ajak Masyarakat Indonesia Melek Efisiensi Energi

0
96
PEMBUKAAN: Diawali dengan pemukulan gong Musyawarah Nasional ke dua yang dihelat oleh MASKEEI di hotel Sultan, Jakarta Selatan, dibuka oleh Rida Mulyana Dirjen EBTKE, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Selain memilih ketua umum dan kepengurusan anggota periode 2017-2020, acara ini juga dibarengi dengan peluncuran acara Indonesian Energy Efficiency and Conservation Conference & Exhibition (IEECCE 2018). (Dok. priskop.com)

Article Inline AD

Jakarta, Indonesia semakin serius menuju efisiensi energi, hal ini diwujudkan dengan diselenggarakannya Musyawarah Nasional (MUNAS) yang kedua oleh Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI).

Dalam kesempatan ini, masyarakat penggiat efisiensi energi berkumpul dan berupaya untuk membahas peranan dan upaya konservasi dan efisiensi energi di sektor Industri, gedung dan mobilitas.

Peranan masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan efisiensi energi dan terciptanya energi yang bersih serta berkelanjutan sangat diperlukan. Dibutuhkan sinergitas antara keduanya sehingga aksi-aksi serupa akan dapat mendorong percepatan terciptanya sebuah energi yang terjangkau dan energi yang ramah lingkungan.

MUNAS ke-2 kali ini lebih menitikberatkan perilaku konsumsi masyarakat yang secara tidak langsung mengakibatkan non efisiensi pada energi itu sendiri. Selain pemerintah yang telah mempersiapkan dan berbenah untuk pemenuhan kebutuhan suplai energi bagi masyarakat, masyarakat harus juga dituntut untuk dapat berperilaku bijak dalam menggunakan energi. Besarnya kebutuhan akibat dari tidak terkontrolnya penggunaan energi oleh masyarakat akan berimbas juga terhadap besarnya subsidi pemerintah terhadap kebutuhan energi.

Menurut R.M. Soedjono Roespati ketua umum MASKEEI periode 2014-2017 menyampaikan bahwa efisiensi energi merupakan hal yang mendesak saat ini. Mengingat kondisi energi global saat ini sangat memerlukan peran aktif dari masyarakat.

 

       “Saat ini kondisi energi global dunia sudah menuntut kita untuk berlaku efisien, sebagai perwujudan dari kesepakatan dunia yang telah disepakati di Paris pada tahun 2015 lalu. Kami bertekad untuk lebih mempopulerkan efisiensi energi pada masyarakat luas untuk dapat lebih melakukan efisiensi dan melakukan pola hidup yang efisien terhadap energi”. Ujarnya dalam pembukaan MUNAS ke-2 di hotel Sultan, Jakarta Selatan, Selasa, 5/12/17 lalu.

 

Bersamaan dengan MUNAS Ke-2 pada tahun ini, MASKEEI juga meluncurkan Indonesian Energy Efficiency and Conservation Conference & Exhibition 2018 (IEECCE 2018) yang sebelumnya telah sukses diselenggarakan pada bulan Mei 2017 lalu.

Diharapkan IEECCE 2018 menjadi sebuah perhelatan internasional seputar energi baru terbarukan dan perkembangannya. Acara yang akan melibatkan 60 pembicara terkemuka dari dalam dan luar negeri ini direncanakan akan digelar pada tanggal 18 sampai dengan 19 September 2018 di Balai Kartini, Jakarta Selatan.

Seperti diketahui, MASKEEI adalah organisasi nirlaba yang didirikan pada November 2014, sebagai kelanjutan dari kegiatan Forum Komunikasi Masyarakat Hemat Energi (FKMHE) yang sempat terhenti pada 2008.

Sebelumnya MUNAS ke-1 telah diselenggarakan pada November 2014 dengan hasil putusannya menunjuk R.M. Soedjono Respati sebagai ketua umun untuk periode 2014-2017.


Written by: Ris                                                                                                              Edited by: Y&S

Article Bottom AD

LEAVE A REPLY