Geothermal : Energi Bersih Terbarukan Yang Terlupakan

Gheotermal: energi panas bumi telah diabaikan secara historis sebagai sumber energi terbarukan, sampai-sampai disebut sebagai "forgotten renewable”.
Amerika – Energi Panas bumi menjadi salah satu sumber energi bersih terbarukan yang dikesampingkan dibanding tenaga angin dan surya. Padahal, sumber ini cukup potensial menghasilkan tenaga listrik. Jim Turner, seorang Chief Operating Officer dari sebuah perusahaan energi dari Australia adalah sosok yang percaya bahwa di hari mendatang, bukit yang menghadap Laut Salton California akan menjadi tempat pembangkit listrik pertama bagi perusahaannya.
“Kami berdiri di atas sumber daya panas bumi yang paling kuat se-Amerika Serikat,” ia menjelaskan dalam situs National Public Radio Inc.
Energi panas bumi menggunakan panas alami bumi untuk menciptakan listrik. Meskipun ada beberapa cara berbeda untuk mencapai hal ini, yang paling umum adalah mengambil air super panas dari hot spot panas bumi dan menempelkannya ke permukaan. Kemudian berubah menjadi uap dan memutar turbin, yang menghasilkan listrik. Ini benar-benar terbarukan, dan menghasilkan energi bersih sepanjang waktu, tidak seperti angin dan matahari.
Jason Czapla, insinyur utama untuk Sumber Daya Termal Terkendali mengatakan, “Anda memikirkan energi terbarukan sebagai rumah, matahari adalah atap dan angin adalah dindingnya. Tapi geothermal adalah fondasi, dan apa yang dilakukan di California adalah membangun tembok dan atapnya”.
Dikatakannya perusahaan tersebut ingin mengembangkan 1.000 megawatt listrik di sana selama dekade berikutnya. Mereka mengatakan bahwa tenaga ini bisa memberi kekuatan sekitar 800.000 rumah. “Perkembangan kami bertepatan dengan target negara pada tahun 2030 yang akan membangun 1.000 megawatt dan membantu mereka meningkatkan portofolio energi terbarukan,” katanya.
Namun bukan hanya California yang punya sumber daya ini. Colin Williams, seorang ahli panas bumi di Amerika menerbitkan sebuah laporan pada 2008 lalu bahwa ada waduk panas bumi yang belum dimanfaatkan di seluruh Amerika Barat. Laporan tersebut juga menguraikan teknologi yang berkembang yang secara drastis dapat meningkatkan jumlah daya yang dapat disediakan bumi, yang disebut sistem geothermal yang disempurnakan.
Agar waduk mampu menyediakan energi panas bumi, maka harus ada tiga hal yakni panas, air, dan permeabilitas. Dengan kata lain, diperlukan batuan panas dan basah, dengan cukup fraktur di dalamnya yang memungkinkan air melewatinya. Sistem panas bumi yang disempurnakan adalah proses mengambil daerah dengan hanya satu atau dua dari kondisi tersebut – batuan kering dan panas dengan fraktur yang sangat sedikit.
Williams mengatakan para ilmuwan dan insinyur masih mengerjakan teknologi untuk sistem geothermal yang disempurnakan. Namun jika mereka dapat mewujudkannya, itu berpotensi membuka ribuan megawatt potensi energi dari waduk baru. Suatu hari nanti bisa mengambil dari produksi energi panas bumi 3.000 megawatt. Sebenarnya, ada banyak energi bersih yang menunggu di bawah tanah.
Dalam buku Allyson Anderson dari American Geosciences Institute, sebuah jaringan nirlaba dari ahli geologi di seluruh negeri, mengatakan bahwa energi panas bumi telah diabaikan secara historis sebagai sumber energi terbarukan, sampai-sampai disebut sebagai “forgotten renewable”. Buku tersebut mengatakan ada tantangan sosial dan teknis yang membuat panas bumi menjadi pemain utama di bidang energi. Teknologinya rumit, dan ongkosnya mahal.
Saat ini Departemen Energi Amerika Serikat berkutat pada proyek panas bumi yang mereka sebut FORGE. Berupa situs uji khusus untuk mengeksplorasi sistem panas bumi yang disempurnakan yang berada di Fallon Nevada, dan dijalankan oleh Sandia National Laboratories dan Milford Utah, serta dikelola oleh Universitas Utah, di mana para peneliti berencana untuk bereksperimen dengan teknologi panas bumi baru. Tantangannya adalah jika mereka bisa membuat sistem geothermal yang disempurnakan menjadi kenyataan, maka produksi energi panas bumi di seluruh negeri akan meroket. (Liy)
Article Bottom AD

LEAVE A REPLY