Hari Jadi Ke-3, PJCI Gelar Seminar di Elenex Indonesia 2018

Pendiri Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) Eddie Widiono dalam seminar "Smart Energy Revolution" di Elenex Indonesia 2018, JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Foto: Priskop)
Article Inline AD

Jakarta – Dalam rangka merayakan hari jadi ke-3, Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) menggelar seminar di pameran listrik cerdas Elenex Indonesia 2018. Seminar yang mengusung tema “Smart Energy Revolution: Toward Smart Electrical System for Resilient Critical Infrastructure” ini dilaksanakan di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta selama 2 hari yakni pada 19-20 September 2018.

Pendiri PJCI Eddie Widiono mengatakan, seminar tersebut merupakan tempat berkumpul dan berbagi pengalaman. Ia merasa senang dapat menyelenggarakan seminar ini berkat pameran yang digelar oleh Pamerindo Indonesia dan UBM Pameran Niaga Indonesia ini.

“Dalam rangka ultah PJCI ke-3, saat ini kita dapat berkumpul bersama dalam acara seminar deng judul yang panjang dan keren itu. Kami sangat bahagia, dengan pertemuan ini. Ini kesempatan yang sangat baik untuk kita, untuk belajar,” ujar Eddie Widiono dalam sambutannya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Ia mengatakan, sejak tahun 2003 PJCI telah menandai adanya perubahan kebutuhan listrik di dunia yang semakin hari semakin meningkat. Termasuk di Indonesia yang mengalami perubahan saat ini.

“PJCI menandai sejak 2003 perubahan kebutuhan listrik dunia akan meningkat. Indonesia tidak jauh beda mengalami perubahan,” lanjut eks Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) ini.

Dengan adanya perubahan tersebut, jelas Eddie, setidaknya ada 5 (lima) tantangan yang dihadapi Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan listrik. Pertama, dekarbonisasi yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon.

“Kedua digitalisasi. Setelah kita selesai melakukan digitasi, kemudian digitalisasi. Ketiga desentralisasi. Keempat demand response. Kelima disrupted, di mana tantangan teknologi baru terhadap teknologi lama yang sewaktu-waktu dapat mengganggu,” jelasnya.

Mewakili jajaran PJCI, Eddie Widiono juga meminta maaf atas pergeseran waktu pelaksanaan seminar sehingga menyebabkan waktu seminar mundur. “Kami memohon maaf atas pergeseran waktu yang sedikit telat ini,” imbuh Eddie. (herry heryanto)

Article Bottom AD

LEAVE A REPLY