HBA Turun, Imbas Produksi Domestik Cina

0
29
Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 1812 K/30/MEM/2018 tentang Harga Mineral Logam Acuan (HMA) dan Harga Batubara Acuan (HBA) Mei 2018 tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 1812 K/30/MEM/2018. Kepmen tersebut menetapkan Harga Acuan Batubara (HBA) dan Harga Acuan untuk 20 mineral logam (HMA).
“HBA dan HMA yang telah ditetapkan ini akan digunakan sebagai dasar perhitungan harga patokan batubara bulan Mei tahun 2018.” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (Biro KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi.
HBA Mei 2018 ditetapkan USD 89,53/ton. “Harga acuan batubara ditetapkan USD 89,53/ton. Harga ini mengalami penurunan sebesar USD 5,22 dari HBA April 2018 sebesar USD 94,75/ton,” tambah Agung.
Menurut Agung, salah satu sebab turunnya HBA disebabkan oleh meningkatnya produksi domestik China.
“Peningkatan produksi domestik China dan penurunan permintaan batubara di dalam negeri membuat HBA bulan ini mengalami penurunan bila dibandingkan HBA bulan April lalu,” ujarnya.
HBA merupakan harga yang diperoleh dari rata-rata Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platss 5900 pada sebelumnya. Kualitasnya disetarakan pada kalori 6322 kcal per kg GAR, Total Moisture 8%, Total Sulphur 0,8% dan Ash 15%.
Sementara HMA komiditas nikel ditetapkan USD 13.584,76/dry metric ton (dmt), turun dari USD 13.619,25/dmt dari HMA April 2018.  Besaran HMA ditetapkan oleh Menteri ESDM setiap bulan dan mengacu pada publikasi harga mineral logam pada index dunia, antara lain oleh London Metal Exchange, London Bullion Market Association, Asian Metal dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX). (Nan)
Article Bottom AD

LEAVE A REPLY