Iklim Investasi Energi Baru Terbarukan Di Indonesia Masih Berpeluang

Energy Investment Meeting: Dari kiri Roosdinal Salim CEO PT. Karya Waluya Bhakti, Abdul Aziz S.A. Kadir Ketua Confex Hub, Sugiharto mantan Menteri BUMN, Halim Kalla Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Rida Mulyana Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Eddie Widiono Ketua Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI). Pertemuan beberapa calon investor dari beberapa negara ini diharapkan berpeluang untuk membuka iklim investasi dalam bidang energi baru terbarukan di Indonesia. (Dok. priskop.com)

Article Inline AD

Jakarta-Iklim investasi dalam bidang energi di Indonesia masih mempunyai peluang yang besar, hal ini disampaikan Halim Kalla, Ketua Kamar Dagang Indoesia (KADIN) pada saat Energy Investment Meeting yang digelar di hotel Le Meridien, Jakarta Selatan pada Rabu, 28/11/17 lalu.

Acara ini digelar dalam serangkaian acara yang bertajuk “Renewable Energy For Indonesia 2017” dengan diikuti oleh industri energi baru terbarukan dari berbagai negara. Acara ini memberikan wawasan seputar perkembangan dunia industri dan peluang-peluang bagi Indonesia.

Menurut Halim, investasi untuk bidang energi di Indonesia masih terbuka lebar. Hal ini dibuktikan dari antusias peserta-peserta industri energi yang telah hadir dalam acara pertemuan investasi tersebut.

Pertemuan yang bertujuan mempertemukan investor dan peluang investasi dengan perwakilan pihak Indonesia ini memberikan gambaran akan besarnya ketertarikan investor untuk melakukan investasi ke depan dalam bidang industri energi baru terbarukan.

 

       “Kita berharap ini kan, semakin potensial untuk Indonesia. Saya berharap potensi yang tinggi di Indonesia dan berharap pemerintah melakukan follow up dari keinginan-keinginan investor agar mereka tertarik dan bisa melakukan investasi di Indonesia. Karena mereka sebenarnya sudah tertarik tapi bisa nggak mereka melakukan investasi di Indonesia? Nah itu merupakan salah satu tugas dari pemerintah”. Ujarnya usai dilaksanakannya pertemuan dengan beberapa Investor.

 

Halim menjelaskan dari hasil pertemuan ini, telah banyak memperlihatkan ketertarikan dari beberapa investor untuk melakukan investasi di Indonesia. Namun yang menjadikan perhatian adalah aturan-aturan pemerintah yang harus dibuat untuk dapat mendukung terlaksananya investasi bagi calon investor yang akan berinvestasi di Indonesia.

Ketika Halim ditanya apakah regulasi pemerintah saat ini mendukung bagi investor-investor asing untuk pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia, Ia menyampaikan bahwa saat ini pemerintah masih memberikan peluang dalam sisi regulasi. Akan tetapi Ia juga enggan menyebutkan dengan pasti apakah regulasi saat ini benar-benar mendukung dan membuka peluang bagi investor.

“Ya, saya kurang tahu yah. Bisa kita lihat nanti. Tapi menurut saya regulasi saat ini sudah sih. Ya memang tugas pemerintah adalah membuat investasi yang sudah mempunyai peluang ini dapat dan bisa terlaksana ”. Terang Halim.

Hadir juga dalam pertemuan investasi tersebut PJSC Power Machines, perusahaan energi asal Rusia, UPC Renewable Asia Pacific Holdings Ltd. Salah satu perusahaan pengembang energi baru terbarukan dalam bidang tenaga angin dan energi sinar matahari yang telah mengembangkan teknologinya di negara-negara Asia seperti Vietnam, India, Filipina dan bahkan Indonesia. Selain itu hadir juga beberapa perusahaan-perusahaan besar lainnya.

Selain Energy Investment Meeting, acara ini juga banyak membahas seputar perkembangan dunia energi melalui seminar yang menghadirkan pembicara-pembicara dunia dengan materi-materi seputar energi baru terbarukan.

Perhelatan ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai lembaga-lembaga pemerintah dan non-pemerintah seperti Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Koordinasi Pasar Modal (BKPM) dan juga organisasi nirlaba masyarakat energi Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI).


Written by: Ris                                                                                                              Edited by: Y&S

Article Bottom AD