Ini Dia Komponen Penting dalam Industri 4.0

Direktur Pusat Pengkajian Industri Manufaktur, Telematika dan Elektronika (PPIMTE) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Andhika Prastawa. (Foto: Priskop)
Article Inline AD

Jakarta – Dalam mewujudkan industri 4.0, setidaknya ada tujuh (7) komponen penting yang harus diperhatikan. Direktur Pusat Pengkajian Industri Manufaktur, Telematika dan Elektronika (PPIMTE) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Andhika Prastawa mengatakan, ketujuh komponen itu masing-masing terdistribusi lokasi dan saling bergantung antara manfaat dan pemanfaatannya.

“Industry 4.0 itu ada autonomous robotnya, ada simulation-nya, ada Internet of Things-nya (IoT), ada cyber security-nya, ada cloud computing, ada edited manufacturing, ada augmented reality data-nya, ini merupakan komponen-komponen penting dari suatu industry 4.0 di mana masing-masing ini terdistribusi lokasinya, dan di sini saling bergantung antara manfaat dan pemanfaatannya,” papar Andhika Prastawa dalam Seminar Smart Energy Revolution yang digelar oleh Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) saat acara Elenex Indonesia 2018 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, pekan lalu.

Menurutnya, semua komponen itu saling berhubungan satu sama lain. “Jadi autonomous robot tidak bisa beroperasi tanpa adanya suatu simulasi, pun juga tidak bisa berkomunikasi dengan peralatan lain tanpa adanya suatu internet of things (IoT), simulation tidak bisa bekerja tanpa adanya big data (data-data yang ada dalam big data), ataupun juga tidak bisa bekerja secara terintegrasi tanpa adanya sistem integrasi dan cloud computing. Jadi ini semuanya berinterrelasi,” jelasnya.

Namun demikian, majunya suatu industri tidak lepas dari peran energi. Ia melanjutkan bahwa masing-masing komponen tersebut memerlukan energi, khususnya listrik.

“Listrik diperlukan untuk autonomous robot, listrik diperlukan untuk simulasi, listrik diperlukan untuk sistem integration, internet of things, semua digerakkan oleh listrik. Di sini kemudian pentingnya listrik mendukung ke dalam suatu industry 4.0,” terang Andhika.

Untuk itu menurut Andhika, proses tersebut akan menimbulkan dampak timbal balik antara listrik dan industri 4.0. “Timbal baliknya, bagaimana impact dari kebutuhan industry 4.0 terhadap kelistrikan maupun bagaimana impact kelistrikan terhadap dukungan industry 4.0,” imbuhnya. (herry heryanto)

Article Bottom AD