Inilah Beberapa Perusahaan Ternama yang Telah Beralih Ke Energi Terbarukan

Inggris – Perusahaan-perusahaan di Inggris kini telah ramai beralih menggunakan energi bersih terbarukan.  Meski pemasangan awal membutuhkan banyak modal, namun mereka telah merasakan dampak hemat biaya dibandingkan dengan menggunakan energi konvensional untuk menghasilkan tenaga listrik.
Terutama pada perusahaan berbasis operator pusat data yang memang memvisikan perusahaannya untuk ‘go green’ semenjak pemasangan energi terbarukan turun harga lebih terjangkau, plus adanya subsidi pajak dari pemerintah demi meningkatkan minat konsumen untuk beralih dari energi konvensional.
Seperti diutarakan sebuah perusahaan analisis berskala internasional, IHS Markit, dalam situs theregister.co.uk, penelitian tersebut mencatat bahwa perusahaan gadget internasional, Apple, telah menggunakan energi terbarukan sepenuhnya di pusat data sejak tahun 2013. Begitu pula dengan perusahaan Google yang mencapai titik 100 persen pada tahun 2017 lalu, yang sebelumnya telah berada di posisi 50 persen pada tahun 2016 dalam skala penggunaan energi bersih terbarukan.
Sekarang, ada Facebook yang menempati posisi di level 50 persen dalam penggunaan energi bersih terbarukannya, poin ini meningkat 25 persen dibandingkan dengan tahun 2015. Tak ketinggalan juga dua perusahaan terkenal  Microsoft dan Amazon, yang masing-masing telah mencapai 47 persen dan 40 persen pada tahun 2016 lalu.
IHS Markit mengatakan bahwa, pada pertengahan 2017, Amazon memiliki enam lahan surya dan empat peternakan angin, yang dapat menghasilkan 2,6 juta Megawatt per jam, gabungan ke grid pusat data mereka setiap tahunnya.
Menghidupkan pusat data dengan sumber energi on-site yang dapat diperbarui tentunya memiliki tantangan tersendiri, seperti terhambatnya jangkauan wilayah geografis yang jauh.  Contohnya,  Supermicro yang menunjukkan bagaimana operator pusat data berskala lebih kecil dapat beralih sebagian ke energi bersih terbarukan, begitupun halnya dengan San Jose Green Computing Park dan teknologi sel bahan bakar 3 Megawatt dari Bloom Energy.
IHS Markit mengatakan bahwa energi bersih terbarukan tersebut sangat efisien dan sangat bersih untuk diaplikasikan kedalam penggunaan sehari-hari.  Meskipun, pada sisi negatifnya energi tersebut tidak dikenal secara luas dan populer sebagai energi terbarukan dan tentunya cenderung mahal jika dibandingkan dengan sel bahan bakar konvensional.
Para analis mengatakan pembangkit energi on-site menghasilkan tenaga yang lebih bersih secara prinsipal daripada pembangkit energi yang menggunakan saluran pengiriman energi. Adapun pembangkit listrik panas bumi dan pembangkit listrik tenaga air on-site cenderung sulit dan mahal untuk diimpelentasikan.  Sedangkan tenaga surya dan tenaga angin lebih memungkinkan, meskipun memiliki kendala tersendiri yakni perubahan cuaca yang sering kali tidak dapat diprediksi.
Analis Maggie Shillington dalam situs tersebut mengatakan, “metode yang paling diminati adalah tenaga matahari dan tenaga angin, hal ini karena memiliki tiga alasan.  Pertama, implementasinya yang relatif mudah dibandingkan lainnya. Kedua, matahari dan angin produksi energi dengan cukup baik.  Ketiga, hambatan fisik yang lebih minim ketika diterapkan”.
Shillington melanjutkan, “jika melihat ke masa depan, saya pikir kita harus melihat lebih banyak adopsi energi terbarukan untuk perusahaan operator pusat data. Terutama sebagai operator pusat data awan terbesar, yang kita sebut hyperscalers, memperluas jejak pusat data mereka dan terus memiliki tolak ukur internal untuk keberlanjutannya”. Kegembiraan terbesar untuk pasar infrastruktur pusat data adalah mencari tahu tentang produk baru apa yang bisa digunakan untuk menyimpan dan mengurangi konsumsi energi, mengembangkannya dan kemudian mengenakannya. (Liy)
Article Bottom AD