Jonan Resmikan 21 Pembangkit EBT di SulSel

0
47
Menteri ESDM Ignasisu Jonan saat meninjau rencana pembangunan jembatan di Larantuka NTT. (Foto: ESDM)
Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan 15 Sumur Bor dan 21 Pembangkit Listrik Tenaga Energi Baru Terbarukan (EBT) se-Sulawesi Selatan, Rabu (9/5/2018) lalu. Peresmian dipusatkan di Desa Batujala, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan.
Sumur bor dan pembangkit (PLTS dan PLTMH) yang telah diresmikan dibangun dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2017.
Article Inline AD

Dalam sambutannya, Jonan berpesan agar warga dapat menjaga dan merawat infrastruktur yang diresmikan dengan baik, Pasalnya, infrastruktur ini dibangun menggunakan uang rakyat yang dikembalikan lagi untuk rakyat.

“Amanat Presiden Joko Widodo, bahwa pelayanan diprioritaskan langsung ke masyarakat. APBN untuk sebesar-besarnya untuk rakyat. Ini hasilnya nyata untuk masyarakat,” kata Jonan.
Jonan juga berpesan kepada warga untuk menjaga fasilitas dengan baik. Untuk perawatan sumur bor, warga diminta untuk iuran Rp 5.000 hingga Rp 20.000 untuk kebutuhan air maupun listrik.
Menurut Jonan, Sulawesi Selatan merupakan provinsi pelopor EBT. Setelah PLTB Sidrap 75 MW, PLTB Tolo I 72 MW, Sulawesi Selatan diharapkan akan menjadi produsen campuran bensin, sekaligus menumbuhkan ekonomi masyarakat. “Kita dorong campuran 5% bioetanol untuk bahan bakar agar langit Sulawesi Selatan tetap biru,” ujar Jonan.
Mantan Menteri Perhubungan itu juga mengungkapkan, Sulawesi Selatan memiliki Blok Karaeng. “Sekarang sudah sudah mulai ditender, mudah-mudahan ada yang berminat. Kalau maju, nanti akan ada Dana Bagi Hasil (DBH), juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat sejak tahun anggaran 2011 – 2017, Ditjen EBTKE telah melaksanakan pembangunan infrastruktur sebanyak 700 unit. Separuhnya merupakan pembangkit listrik tenaga energi terbarukan yang diprioritaskan untuk masyarakat yang berada di wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) yang sangat sulit dijangkau oleh jaringan listrik PLN.
Adapun 21 unit PLT EBT yang diresmikan berkapasitas total 1.688 kW, total sambungan 4.926 rumah dengan nilai aset sebesar Rp 136 miliar yang tersebar di Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan. (Nan)
Article Bottom AD

LEAVE A REPLY