Kebijakan dari Negara – Negara ini Telah Memicu Pertumbuhan Pasar LED lokal (2 dari 2)

Seperti yang kita ketahui masalah energi merupakan hal yang mendesak, dukungan sebuah teknologi energi bersih merupakan sebuah langkah yang banyak diharapkan bagi terciptanya resolusi International yang telah disepakati di Kota Paris pada tahun 2015 lalu. LED merupakan salah satu teknologi penerangan yang dapat memberikan banyak kontribusi untuk tercapainya energi rendah karbon. Ketahanan dari LED sendiri dan dukungan dengan kualitas penerangan yang juga tinggi menjadikan LED merupakan teknologi penerangan yang dapat diandalkan.
Kehandalan dari teknologi LED rupanya telah memicu dunia Industri untuk dapat menjadikannya sebuah komoditi yang mengntungkan sekaligus ramah linkungan. Untuk memperkuat sektor industri dari teknologi lampu diode ini bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan waktu yang cukup lama, selain juga peran dari pemerintah sebagai bagian dari legesalator yang sudah seharusnya mampu mengakomodir kebutuhan investasi dan juga dapat mengakomodir kebutuhan industri lokal, baik itu pasar lokal maupun pasar internasional. Beberapa negara telah terlebih dahulu melakukan langkah progresif untuk perkembangan teknologi lampu LED. Sebut saja Jepang, India dan juga Malaysia.

“Pemerintah Jepang mulai mempromosikan teknologi lampu semikonduktornya sejak tahun 1998 dengan “21st Century Lighting Project”, dan dianggap sebagai salah satu negara paling awal untuk memulai kebijakan industri LED.”

 
Article Inline AD

Jepang
Negara matahari terbit ini tidak hanya dalam kebijakan ekonomi sehingga menjadi kebijakan yang fleksibel. Pemerintah Jepang mulai mempromosikan teknologi lampu semikonduktornya sejak tahun 1998 dengan “21st Century Lighting Project”, dan dianggap sebagai salah satu negara paling awal untuk memulai kebijakan industri LED.
Tak lama setelah itu, pemerintah Jepang merilis serangkaian kebijakan terkait untuk mempromosikan penerangan melalui LED, yang secara langsung berimbas membantu pasar Jepang menjadi negara pertama yang mencapai tingkat penetrasi pasar LED 50%. Statistik terkait menunjukkan pasar lampu LED Jepang tumbuh 2,7 kali pada 2010 menjadi 86,5 miliar Yen Jepang (sekitar US $ 110 juta) dibandingkan dengan 2009.

Pada tahun 2020, penetrasi pasar penerangan LED Jepang diperkirakan akan mencapai 70%, dan diperkirakan mengurangi total konsumsi energi negara sebesar 7%, setara dengan mengurangi tagihan energi sekitar 1 triliun Yen Jepang (US $ 8,4 miliar).”

pada tahun 2013 Jepang menandatangani Konvensi Minamata tentang kebijakan penggunaan lampu dengan kandungan Merkuri, akan tetapi konvensi tersebut belum di ratifikasi. Menjelang langkah meratifikasi konvensi Minamata, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang mengajukan proposal kepada pemerintah dan mendesak pelarangan baterai dan lampu fluorescent yang mengandung merkuri pada Februari 2015. Setelah 50 negara meratifikasi konvensi tersebut, hal ini menjadi efektif diberlakukan pada tahun 2016, dan diperkirakan akan hadir peluang bisnis baru untuk sektor LED UV.

Menurut peraih hadiah Nobel Physics 2014 Laureates Isamu Akasaki dan Hiroshi Amano, pada tahun 2020, penetrasi pasar penerangan LED Jepang diperkirakan akan mencapai 70%, dan diperkirakan mengurangi total konsumsi energi negara sebesar 7%, setara dengan mengurangi tagihan energi sekitar 1 triliun Yen Jepang (US $ 8,4 miliar), Namun, untuk mencapai target ini, biaya produksi LED harus dipangkas hingga seperlima dari biaya saat ini.

 
India
Industri LED India memiliki awal yang jauh lebih lambat dibandingkan dengan Jepang. Pasar LED India masih pada tahap awal, tetapi kebijakan pemerintah sudah mulai diberlakukan. Nilai pasar lampu LED di India telah mencapai sekitar US $ 100 juta pada tahun 2012, tetapi hanya terdiri 3% hingga 5% dari pangsa pasarnya. Pemerintah India mulai mempromosikan kebijakan pengurangan karbon pada bulan Oktober 2014, dan mempromosikan mengganti lampu pijar 750 juta bangsa dengan LED.
Pada awal 2015, Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan serangkaian kebijakan pencahayaan termasuk memasang lampu LED di gedung-gedung pemerintah, lampu jalan dan pencahayaan perumahan. Dia juga memulai proyek peningkatan proyek penerangan perumahan dan lampu jalan “Prakesh Path”.

India’s Press Information Bureau (PIB) mengumumkan pada awal 2015, Biro Efisiensi Energi di bawah Kementerian Energi, India SSL dan Energy Efficiency Services Limited (EESL) telah bersama-sama meluncurkan model bisnis pengadaan lampu LED oleh pemerintah dan “road map“.

Lebih dari 302 departemen pemerintah berpartisipasi dalam proyek pengadaan. Lebih dari 186 kota di India telah bergabung dengan proyek penggantian penerangan dengan lampu LED untuk perumahan, dan sedang menjajaki rencana untuk memajukan promosi transisi. Untuk sektor pencahayaan publik, India berencana untuk mengganti lampu dan lampu jalan bagi perumahan dengan LED di 100 kota pada Maret 2019.

Selain itu, Program Peralatan Hemat Super pemerintah atau Super Efficient Equipment Program (SEEP) untuk LED yang bertujuan untuk mengganti lampu pijar dan lampu neon dengan LED. Program Nasional Lampu Jalan negara atau Street Light National Program (SLNP) telah menargetkan perbaikan 35 juta lampu jalan nasional untuk mengurangi konsumsi energi hingga 9 miliar kilowatt, dan menghemat 15 megawatt konsumsi energi melalui lampu jalan yang terpasang.

Selain itu, untuk mengurangi ketergantungan pada impor LED, pemerintah India telah menyuntikkan US $ 2,5 miliar dalam dua program subsidi semikonduktor termasuk untuk ST. Microelectronics perusahaan manufaktur milik perancis dan italia yang memproduksi lampu semikonduktor dan terletak di Gujarat.

Tumbuhnya permintaan pasar dan persyaratan penghematan energi telah mendesak pemerintah India untuk mensubsidi lampu LED untuk merangsang pembelian konsumen pada tahun 2015. Kota dan negara bagian India termasuk Chandigarh, Delhi, Bengal Barat, Maharashtra, Andhra Pradesh, Gujarat, Uttrakhand, Uttar Pradesh, dan wilayah Punjab semuanya telah menerapkan pengukuran terkait.

Promosi pemerintah India ini tidak main-main, hal ini telah berakibat pasar LED lokal lebih menarik bagi investor. Konsumsi energi penerangan di India menyumbang 20%, dan pasar penerangan LED pada 2015 akan mencapai sekitar US $ 470 juta, menurut Gulshan Aghi, Sekretaris Kehormatan India Society of Lighting Engineers (ISLE) dan CEO India Trilux.
Lampu jalan terdiri dari 60% dari total nilai pasar. Selain itu, pasar lampu LED India diperkirakan akan mencapai US $ 2,2 miliar pada 2021, menurut laporan 6Wresearch.
 
Malaysia

Sedangkan Malaysia telah mulai fokus terhadap industri lingkungan dalam beberapa tahun terakhir, hal ini dinaksudkan untuk merangsang pertumbuhan yang kuat dalam industri hijau. Penerangan dengan energi ramah telah menjadi prioritas pemerintah Malaysia dalam agenda pengembangan industri. Industri untuk lampu LED di Malaysia masih dalam tahap awal saat ini, karena ukurannya yang kecil, sehingga masih ada ruang yang signifikan untuk pertumbuhan pasarnya di negeri jiran tersebut.

Pada 2015, Malaysia meluncurkan proyek untuk meningkatkan produksi lampu LED nasional yang diharapkan sepenuhnya menggantikan produk lampu konvensional, dan dianggap sebagai pengembangan lingkungan yang cukup signifikan di negara ini. Selangor dan negara bagian Malaysia lainnya telah mengeluarkan peraturan yang membuat instalasi sumber cahaya dari lampu LED menjadi wajib. Penerangan lampu di gedung-gedung baru di negara bagian tersebut harus menggunakan lampu LED.

Perkiraan pemerintah Malaysia pada 2020 lampu jalan nasional akan dialihkan ke LED. Sekarang hanya 5% dari lampu jalan di Malaysia menggunakan sumber cahaya LED. Selain itu, pemerintah Penang menyambut baik keterlibatan produsen LED Cina dalam proyek ini. Pemerintah negara bagian menawarkan insentif bebas pajak hingga lima sampai 10 tahun kepada pabrik-pabrik Cina yang mendirikan pabrik di negara bagian tersebut, dan membantu para investor asing ini dalam membangun gudang-gudang.

Untuk lebih mempromosikan rencana pencahayaan LED, pemerintah Malaysia secara bertahap menghentikan atau melarang penggunaan lampu pijar atau luminair tradisional di bangunan atau real estate pada tahun 2014. Hal ini dapat diproyeksikan akan berimbas pada permintaan pasar besar di masa depan. Saat ini, lampu LED yang digunakan dalam penghematan energi gedung administrasi pemerintahan di Malaysia telah mencapai 50% per tahun.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Malaysia telah banyak berinvestasi dalam industri arsitektur dan konstruksi, yang telah menyebabkan tuntutan produksi bertambah. Perlu dicatat bahwa pemerintah telah memulai proyek infrastruktur besar dan penting, khususnya sistem MRT Klang Valley. Merujuk konstruksi dari proyek pemerintah Malaysia ke-11, pertumbuhan pasar konstruksi umum telah meningkat. Dalam lima tahun ke depan, kota-kota besar di Malaysia akan menukar semua lampu jalan dengan LED. Pada saat yang sama, pemerintah Malaysia mengusulkan pembangunan pedesaan di pedesaan, dan Rencana Induk Industri Ketiga atau Third Industrial Master Plan (IMP3) yang agenda utamanya adalah “memperkuat industri semikonduktor” dan “mempromosikan aplikasi dan teknologi inovatif”. Pemerintah Malaysia memacu seluruh mata rantai pasokan industri LED dan pengembangan terhadap pasar.

Karena telah memperoleh manfaat dari dukungan pemerintah yang cukup besar, pemerintah secara serius telah menggarap tercapainya penerangan dan industri lampu dengan teknologi LED di Malaysia. LEDinside sebuah platform untuk pasar LED dunia yang juga marketing research khusus untuk pasar LED memprediksikan tingkat penetrasi pasar LED di Malaysia akan mencapai 35% pada tahun 2015.

Paling tidak pengalaman dari ketiga negara diatas dapat menjadi sebuah pengalaman yang dapat menginspiratif pemerintah dalam ikut andil untuk mengembangkan sekaligus memperkuat industri lampu LED dalam negeri.
Article Bottom AD