MASKEEI Gandeng Trane di Bidang Efisiensi Energi

0
156
Ketua umum MASKEEI RM Soedjono Respati (kanan), Narindeer P. Singh (President Director Trane Indonesia) menandatangani MoU antara MASKEEI dengan PT. Trane Indonesia. (Foto: priskop.com)
Jakarta – Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi (MASKEEI) menggandeng PT. Trane Indonesia dalam bidang efisiensi energi. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum MASKEEI RM Soedjono Respati di Jakarta, Rabu (21/3/2018).
“Trane adalah perusahaan yang sudah ahli dan berpengalaman baik dari segi service dan teknologi dalam bidang pendiginan. Mereka telah lama di Indonesia sebagai perusahaan multiniasional yang beropeasi. Mereka ingin bekerjasama dengan kami untuk bisa memberikan sosialisasi dalam bidang cooling system dalam bidang building maupun trasnportasi,” kata Soedjono kepada Priskop disela acara.
Kerjasama yang dilakukan kedua belah pihak dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU). Soedjono mengatakan dalam kerjasama tersebut, nantinya PT. Trane Indonesia akan memberikan sosialisasi mengenai cooling system di sektor transportasi maupun building.
Tak hanya itu, MASKEEI juga nantinya akan memperkenalkan produk-produk Trane ke anggota MASKEEI lainnya. Sementara feedback-nya, Trane akan memberi pengetahuan dan pengalaman mereka di bidang efisiensi dan cooling system melalui FGD dan sebagainya. Hal itu ditujukan untuk menambah pengetahuan anggota MASKEEI.
“Mereka akan membantu anggota kami untuk bisa melaukkan bisnis bersama. melakukan capacity building. Kita akan melakukan business development bersama, misal teknologi cooling baru yang nantinya kita sosialisasikan ke anggota kami,” tambah Soedjono.
Soedjono mengklaim, PT. Trane Indonesia memang expert pada bidang efisiensi energi dalam hal ini cooling system. Dia mengatakan, Trane dapat menghemat energi pada suatu gedung hingga 30 %.
“Contohnya seperti gedung ini (Sinarmas Land Plaza). Ketika Trane yang handle dapat efisien hingga 30% dibanding sebelumnya. Jadi, jika cost energy per bulan Rp 1 miliar bisa ditekan menjadi Rp 700 juta saja,” tambah Soedjono.
Selain itu, dalam agenda penandatanganan nota kesepahaman tersebut juga turut hadir dari pihak Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Direktorat Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian. (Nan)
Article Bottom AD

LEAVE A REPLY