Pameran Listrik Cerdas, PJCI Kenalkan Teknologi Blockchain

0
36
Pendiri Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) Eddie Widiono dalam seminar Smart Energy Revolution di Elenex Indonesia 2018, JIExpo Kemayoran, Jakarta, 19-20 September 2018. (Foto: Priskop)
Article Inline AD

Jakarta – Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) memperkenalkan teknologi blockchain dalam acara Elenex Indonesia 2018 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Kamis (20/9/2018). Ketua Dewan Pembina sekaligus Pendiri PJCI Eddie Widiono menyampaikan bahwa saat ini dunia telah membicarakan teknologi blockchain di dunia industri listrik.

“Satu topik yang sekarang sangat banyak dibicarakan, yakni blockchain technology. Suatu teknologi yang sebenarnya berasal dari enkripsi. Data-data yang digunakan dalam menyusun suatu general ledger (buku besar),” jelas Eddie Widiono di Hall B3-Room A JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Blockchain sendiri adalah record (basis data) yang terus berkembang yang terhubung dan diamankan menggunakan teknik kriptografi. Setiap blok biasanya memuat hash (fungsi matematis) kriptografis dari blok sebelumnya, timestamp (urutan karakter), dan data transaksi. Eddie menuturkan, teknologi ini sudah masuk ke dunia industri keuangan dan tidak lama lagi akan masuk industri listrik.

“Teknologi ini akan merubah secara drastis rona dari banyak industri. Sekarang sudah masuk di industri keuangan, tapi tidak lama lagi akan masuk di industri ketenagalistrikan kira-kira,” ujar mantan Direktur Utama PLN ini.

Ia menerangkan karakteristik dari teknologi blockchain memiliki 5 karakter seperti digital public ledger (buku besar digital), transparent and incorruptible (transparan dan tidak dapat dipalsu), durable and robust (awet dan kuat), enhanced security (keamanan yang bertambah), dan decentralized technology (teknologi desentralisasi). “Ada teknologi yang namanya Blockchain, yang punya karakter itu tadi. Ini adalah digital public ledger, dia transparan sifatnya nanti, tapi tidak mudah diintervensi,” lanjut Eddie.

Eddie menerangkan alasan transparan karena pengguna bisa melihat perubahan data yang terjadi. Selain itu, data tersebut tidak bisa dipalsukan karena menggunakan sistem hashing (matematis) dalam bentuk kriptograf (sandi/rahasia).

“Ia punya karakter transparan, artinya semua pemain bisa melihat perubahan data yang terjadi, tetapi incorruptible, tidak bisa dipalsu. Mengapa dia tidak bisa dipalsu? Tadi karena dia menggunakan suatu sistem namanya hashing, suatu metode kriptologi untuk mengamankan data,” terang Eddie.

Sebagai informasi, Seminar Smart Energy Revolution ini merupakan rangkaian dari pameran Elenex Indonesia 2018 yang diselenggaran oleh Pamerindo Indonesia dan UBM Pameran Niaga Indonesia. Selain Elenex Indonesia 2018, digelar juga pameran sistem bangunan Building System & Automation (BSA) Indonesia 2018 di tempat yang sama. (herry heryanto)

Article Bottom AD

LEAVE A REPLY