Pemerintah Beri Lampu Hijau Soal Regulasi Mobil Listrik

0
52
Menteri ESDM Ignasius Jonan keempat dari kanan saat menghadiri acara diskusi mengenai energi baru terbarukan di Jakarta Selasa (6/3/2018). (Foto: priskop.com)
Jakarta – Tren elektrifikasi pada alat transportasi mendapat sinyal positif dari pemerintah. Saat ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah membahas pajak alat transportasi berbasis listrik yang diproyeksikan akan dihapuskan.
Hal tersebut diungkapan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Dia mengklaim pihaknya tengah membahas bea masuk dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) kendaraan berbasis listrik.
“Kita dorong kendaraan listrik, terutama motor listrik. Rapat terakhir dengan Menteri Keuangan sepakat membuat bea masuk kendaraan kalau bisa jadi nol. PPnBM juga kita berusaha untuk menjadi nol,” ujar Jonan di Jakarta, Selasa (6/3/2018).
Jonan menambahkan, hal itu dilakukan untuk mendukung tren elektrifikasi kendaraan. Nantinya, mantan Direktur Utama KAI itu berharap tren kelistrikan tidak hanya digunakan pada rumah tangga, tetapi pada alat transportasi.
“Ini supaya kendaraan listrik jalan. Kalau kendaraan listrik jalan kedepanya tren kelistrikan tidak hanya digunakan di rumah. Kita harap digunakan di alat transportasi dan juga di dapur, seperti kompor listrik,” tambah Jonan.
Perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia semakin terlihat. Baru-baru ini, Mitsubishi Motors Corportion (MMC) menghibahkan 10 unit kendaraan emisi karbon rendah atau Low Carbon Emission Vechile (LCEV) kepada pemerintah. Adapun, 10 unit kendaraan hibah tersebut terdiri dari 8 unit Mitsubishi Outlander hybrid, dan 2 kendaraan listrik i-MiEV beserta 4 unit quick charger yang diberikan kepada pemerintah Indonesia.
Tak hanya itu, PT. Mobil Anak Bangsa (MAB) juga memamerkan bus listrik besutannya. Bus yang digagas oleh Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko itu ditampilkan pada ajang Gaikindo Indonesia Commercial Vehicle Expo.
MAB juga telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT. Angkasa Pura II (Persero). Kerjasama itu membahas rencana  uji coba layanan operasional bus listrik MAB di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (Nan)
Article Bottom AD

LEAVE A REPLY