Pemerintah Indonesia Fokus Untuk Mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT)

0
13
PLTS Terpusat Bencah Umbai diproduksi dengan komponen dalam negeri oleh Wika PV dengan tingkat persentase hingga 42 persen. (Foto: priskop.com)
Article Inline AD

 

Jakarta, – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia fokus untuk mengembangkan energi baru terbarukan (EBT). Hal itu antara lain dapat dilihat dari kewajiban penggunaan biodiesel sebesar 20 persen pada bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan penetapkan peraturan mengenai Solar PV pada rooftoop. Hal ini disampaikan Jonan dalam Seminar Bisnis Indonesia-Finlandia 2018, yang dilaksanakan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

“Pengembangan energi terbarukan di Indonesia merupakan program jangka panjang, dan saat ini masih dalam tahap permulaan. Meski komitmen di Paris telah ditandatangani pada musim panas 2015, tetapi masih berlaku sampai saat ini. Kami mencoba untuk mencapai setidaknya 23% bauran energi pada 2025. Sering orang bertanya apakah target ini dapat di capai? Sulitkah? Ataukah mudah? Atau masuk akal? Tapi saya berkata dengan realistis kami akan terus berusaha berkembang untuk mencapai target tersebut,” kata Jonan, seperti dikutip dari siaran pers Kementerian ESDM.

Indonesia juga memiliki komitmen yang kuat dalam menerapkan energi bersih untuk meningkatkan pasokan energi. Hal ini diamanatkan dalam Kebijakan Energi Nasional untuk mengubah sektor energi Indonesia dengan mengurangi konsumsi minyak dan memperluas energi terbarukan. Demikian juga dengan penerapan efisiensi energi dengan target untuk mengurangi intensitas energi di semua sektor sebesar 1% per tahun.

“Komitmen untuk menurunkan efek rumah kaca dari 29% pada tahun 2030 adalah tujuan utama. Meski itu tidak mudah, tapi kami terus berusaha melakukan sosialisasi bagaimana dampak dari pengurangan gas rumah kaca kepada masyarakat,” ujar Jonan. (Agus).

Article Bottom AD

LEAVE A REPLY