Pentingnya Smart Grid untuk Dukung Penggunaan EBT

Founder PJCI Eddie Widiono setelah memaparkan mengenai smart grid untuk mendukung penggunaan energi baru terbarukan pada acara Indonesia Renewable Energy Forum 2018 di Jakarta, kamis (3/5/2018). (Foto: priskop.com)
Jakarta – Founder Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) Eddie Widiono mengatakan pentingnya teknologi smart grid dalam meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam paparannya pada acara Indonesia Renewable Energy Forum 2018 di Jakarta, Kamis (3/5/2018).
Menurut Eddie, ada beberapa persoalan megenai pengembangan teknologi smart grid di Indonesia. Tantangan tersebut antara lain, penjualan energi masih di bawah target, strategi peningkatan penjualan masih sebatas penambahan pelanggan baru rumah tangga.
“Di Indonesia belum dikenal adanya ToU Tariff, kecuali untuk pelanggan industri dan komersial, ancillary services, insentif. PLN juga belum ‘kenal’ pelanggannya,” kata Eddie dalam paparannya bertajuk Smart Grid Technology to increase higher penetration of Renewable Energy”.
Mantan Dirut PT. PLN (persero) itu juga menganggap jaringan TM dan TR di Indonesia juga sudah tua dan teknologinya belum canggih. Terlebih, di Indonesia belum mampu memanfaatkan potensi Rooftop PV atau yang dikenal dengan istilah distributed energy resource. Hal tersebut lah yang masih menghambat pengembangan teknologi smart grid di Indonesia.
Namun, untuk mengatasi masalah tersebut, Eddie menilai perlu dilakukan beberapa pendekatan, antara lain dengan dilakukannya pilot proyek terbatas power quality dan AMI dan pilot proyek peningkatan mutu pelayanan CBD.
“Selain itu, perlu juga Net Metering Policy terbatas untuk pelanggan kecil atau rumah tangga, penyusunan standard kWh meter baru hingga kampanye kesiapan PLN menghadapi era mobil listrik,” tambah Eddie di hadapan para delegasi seminar.
Sementara itu, Eddie menilai pemasangan Rooftop Solar PV itu harus didukung perkembangannya dengan meningkatkan awareness dan kontribusi masyarakat untuk ketahanan energi. Solusi tersebut dinilai membutuhkan jaringan yang lebih cerdas untuk mengatasi karakter intermitten dan variabilitasnya.
Tak hanya itu, untuk meningkatkan penggunaan PV harus diimbangi dengan perencanaan disisi distribusi yang lebih maju. Sementara pemasangan storage battery baik sebagai pelengkap PV rooftop maupan untuk grid storage merupakan salah satu bentuk perkuatan jaringan yang diperlukan menghadapi era meningkatnya penetrasi DER. (Nan)
Article Bottom AD

LEAVE A REPLY