Permendag No 102 Tahun 2018: Minyak dan Gas Bumi Tidak Wajib L/C

Ilustrasi
Article Inline AD

 

Jakarta, – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 102 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permendag No. 94 Tahun 2018 tentang Ketentuan Penggunaan Letter of Credit (L/C) untuk Ekspor Barang Tertentu. Permendag ini diundangkan pada 28 September 2018 dan mulai berlaku pada 7 Oktober 2018.

“Pada Permendag Nomor 102 Tahun 2018, minyak dan gas bumi dikeluarkan dari lampiran daftar barang tertentu yang wajib L/C,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan, seperti dikutip dari keterangan tertulis Kemendag, Senin (8/10/2018) lalu.

Menurut Oke Nurwan, Permendag ini dibuat dengan mempertimbangkan Surat Menteri ESDM No. 3034/12/MEM.M/2018 tanggal 26 September 2018 tentang Penggunaan L/C untuk Ekspor Minyak dan Gas Bumi. Surat Menteri ESDM tersebut pada intinya berisikan tiga hal.

Pertama, Keputusan Menteri ESDM No. 1952/84/MEM/2018 tanggal 5 September 2018 tentang Penggunaan Perbankan di Dalam Negeri atau Cabang Perbankan Indonesia di Luar Negeri untuk Penjualan Mineral dan Batu Bara ke Luar Negeri telah diterbitkan dalam rangka memperkuat devisa negara.

Kedua, hasil penjualan ekspor minyak dan gas bumi yang merupakan bagian negara sesuai prosedur saat ini telah masuk ke kas negara.

Ketiga, hasil ekspor Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) sepenuhnya telah patuh atas PBI Nomor 16/10/PBI/2014 dimana Devisa Hasil Ekspor (DHE) telah masuk ke rekening Bank Devisa Dalam Negeri dengan pelaporan/pengawasan berkala melalui SKK Migas dan Bank Indonesia.

Dengan terbitnya Permendag Nomor 102 Tahun 2018 ini, maka ekspor barang tertentu yang wajib L/C adalah mineral, batu bara, dan kelapa sawit.

“Permendag Nomor 102 Tahun 2018 ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi setiap pemangku kepentingan, mendorong optimalisasi dan akurasi perolehan DHE, serta menjaga stabilitas harga ekspor barang tertentu,” kata Oke Nurwan. (Agus)

Article Bottom AD

LEAVE A REPLY