PJCI Gandeng Indonesia Power dan PLN Bahas Pembangkit Hibrida

0
69
founder PJCI Eddie Widiono saat memberikan sambutannya dalam acara seminar pengembangan pembangkit hibrida pulau terluar Indonesia di Jakarta, Kamis, 22/03/2018. (Foto: priskop.com)
Jakarta – Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia menggandeng Indonesia Power dan PT. PLN (Persero) menggelar seminar membahas pengembangan pembangkit hybrid pulau terluar di Indonesia, Kamis (22/3/2018).
Founder PJCI Eddie Widiono mengatakan saat ini rekan-rekan di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tengah menyusun strategi untuk menyusun model bisnis yang bakal diterapkan untuk mendukung elektrifikasi di pulau-pulau kecil. Saat ini, setidaknya Bappenas memiliki 3 model bisnis untuk melistriki pulau-pulau terpencil.
“Harus ada suatu kerjasama antara pemerintah, PLN, dan swasta untuk melistriki pulau kecil. Kerjasama bagaimana, itu yang sedang dicari model bisnisnya. Teman-teman dari Bappenas menunjukkan, mereka sudah memiliki model pengembangan bisnisnya, antara lain dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan Dana Alokasi Khusus (DAK),” kata Eddie disela-sela acara.
Sementara itu, menurutnya, elektrifikasi nantinya juga harus memperhatikan segi potensi ekonomi di pula tersebut. Sehingga, listrik ukan hanya menjadi konsumsi tetapi bisa menggerakkan perekonomian.
“Listrik yang nantinya ada di pulau tujuannya untuk mendorong perekonomian. Yang dapat prioritas adalah pulau yang potensinya tinggi. Listrik itu bukan hanya konsumsi, tetapi ada produksi sehingga dapat memakmurkan rakyat,” tambah Eddie.
Mantan Dirut PLN itu juga mengungkapkan, saat ini pendekaatan yang dilakukan pemerintah dengan target pulau pulau terdepan bagus untuk pembuka pintu. Namun, setelah ointu telah terbuka mestinya masuk untuk kegiatan usaha yang mampu menggerakan roda ekonomi dan mensejahterakan masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga harus memetakan pulau-pulau mana saja yang mendapat prioritas untuk mendapatkan listrik. Hal tersebut ditujukan agar listrik dapat digunakan seefisien mungkin.
Saat ini pemerintah juga tengah mengembangkan energi baru terbarukan untuk mendongkrak rasio elektrifikasi di pulau-pulau. Sehingga saat ini di pulau-pulau menggunakan pembangkit hibrida. Selain itu, nantinya pembangkit EBT juga bisa dijaga dan dipelihara oleh masyarakat sekitar.
“Daerah terpencil harus mempunyai peta pulau mana yang potensi pertumbuhan ekonominya lebih baik dari pulau lain. Energi terbarukan harus bisa dijaga dan dipelihara oleh masyarakat setempat. Pendanaannya juga harus diupayakan seefisein mungkin,” ujar Eddie. (Nan)
Article Bottom AD

LEAVE A REPLY