PLN Akan Bangun PLTS Terapung Pertama dan PLTB di Jawa barat

0
654
Gambar: Panel Surya Terapung. sumber: latinamericanscience.org
Article Inline AD

PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) berencana membangun Pembangkit Lis‎trik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat. Anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) ini akan bekerja sama dengan sebuah perusahaan energi dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk merealisasikan rencana tersebut.

Dalam pembangunan fasilitas ini, PLN bekerja sama dengan Masdar, perusahaan listrik asal UEA tersebut. Hal tersebut disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno di Jakarta, Kamis 20 September 2017.

Dia mengatakan, proyek ini akan menjadi PLTS terapung pertama di Indonesia. “Kerja sama PLN dengan Masdar, perusahaan electricity dari kota Abu dhabi. Mereka mau inves solar panel (panel surya) di Waduk Cirata. Ini merupakan solar cell pertama di atas air,” ujarnya.

Rini menuturkan, pembangunan solar panel biasanya dilakukan di darat. PLN lebih memilih di atas air karena tidak mau mengurangi produktivitas lahan yang ada.

“Ini pertama solar panel di atas air. Jadi, kan biasanya di darat, kita coba deh. Kalau di darat kan sayang karena kita punya lahan kan sangat produktif. Akhirnya kita coba di air,” katanya.

Nilai investasi proyek disebutkan Rini berkisar di angka USD300 juta. Persentase kepemilikan paling banyak tetap ada di anak usaha PLN, Pembangkit Jawa Bali (PJB).

“Kapasitas 200 MW mungkin dengan nilai investasi sekitar USD300 juta. Kepemilikannya PJB tetap mayoritas 51% dan Masdar 49%,” jelasnya.

Menurut Direktur Perencanaan PLN, Nicke Widyawati, PLTS terapung itu akan melengkapi dan menambah daya PLTS sebelumnya yang telah dibangun dan dioperasikan oleh PJB di lahan sekitar Waduk Cirata. PLTS tersebut merupakan bentuk dukungan PLN terhadap penggunaan energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi sebesar 25 persen pada tahun 2025.

Gambar: Panel surya terapung bentuk unik. Sumber: Huffingtonpost.com

Dengan teknologi yang dimiliki oleh perusahaan dari UEA, PLN berharap menghasilkan listrik dengan harga yang cukup murah jika dibandingkan dengan sumber energi lainnya. Saat ini, PJB dan Masdar masih melakukan studi kelayakan pembangunan PLTS terapung itu. Oleh karena itu, belum bisa dipastikan kapasitas dan nilai investasi dari proyek tersebut.

“Ini masih dimulai kajiannya. Jadi Kami memang akan kerja sama untuk bisa bersama sama melakukan studi kelayakan,” papar Nicke.

Waduk Cirata dipilih karena dengan kapasitas besar maka pembangunan PLTS harus mempertimbangkan interkoneksi. Untuk interkoneksi sendiri saat ini hanya di Jawa yang sudah sustainable. Rencananya, sekitar 10 persen dari 66 area waduk di Cirata akan dimanfaatkan untuk membangun PLTS terapung tersebut.

Pembangunan PLTS terapung ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengatasi pembebasan lahan yang selama ini menjadi masalah dalam pembangunan pembangkit listrik. Dengan begitu pembangunannya bisa lebih cepat.

”Lahan menjadi permasalahan yang harus ada solusinya terutama di Jawa. Kita pakai danau maupun bendungan untuk membangun itu,” paparnya.

Selain itu, PLN juga berencana membangun pembangkit listrik tenaga bayu/angin (PLTB) alias kebun angin di Sukabumi, Jawa Barat. PLTB ini rencananya memiliki kapasitas 150 MW.

Gambar: Pembangkit Tenaga Bayu/Angin. Sumber: inhabitat.com

“Mau bikin pembangkit tenaga angin di Sukabumi Selatan 150 MW,” ujar Sofyan, Dirut PLN.

Selain itu, PLN juga telah menandatangani kontrak jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) dengan 64 pengembang energi terbarukan dari Amerika Serikat (AS), Cina, hingga Arab Saudi.

“Banyak, ada 64 berbagai negara, Skandinavia, Denmark, Amerika, Cina, Singapura, Arab ada, Iran juga ada,” tambah Sofyan. (Si)

 

Sumber :

petrominer.com/energy

sindonews.com/ekbis

detik.com/finance

 

Article Bottom AD

LEAVE A REPLY