Program Mandatori B20: EBTKE Serah Terima Operasional Sarpras BBN di TBBM Pertamina

0
67
Serah terima: Perwakilan dari PT. Pertamina dan Sekretaris Ditjen EBTKE, Wawan Supriatna. Serah terima operasional dilakukan agar PT Pertamina (Persero) dapat mengoperasionalkan dan melakukan pemeliharaan sarpras BBN tersebut, yang merupakan salah bentuk dukungan program Mandatori B20 di Indonesia. (Foto: priskop.com)
Tangerang – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) melakukan Serah Terima Operasional (BASTO) sarana dan prasarana (Sarpras) Bahan Bakar Nabati (BBN) di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina.
Serah terima operasional dilakukan agar PT Pertamina (Persero) dapat mengoperasionalkan dan melakukan pemeliharaan sarpras BBN tersebut, yang merupakan salah bentuk dukungan program Mandatori B20 di Indonesia.
Dalam pengimplementasian Bahan Bakar Nabati, tentunya pemerintah dihadapkan dengan Beragam tantangan mulai dari permasalahan penyusunan regulasi, ketersediaan sarpras, bahan baku, permasalahan harga hingga standardisasi kualitas/ isu teknis.
Untuk itu pada 2016 Ditjen EBTKE melakukan kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana BBN di TBBM Pertamina yang bertujuan untuk menyiapkan sarana dan prasarana BBN jenis biodiesel dalam rangka memperlancar pendistribusian Biodiesel di seluruh Indonesia.
Program yang menelan dana mencapai Rp 52 miliar ini digunakan untuk membangun 15 tangki dan peralatan pendukung lainnya, yaitu 4 tangki berkapasitas 100 KL dan 11 tangki berkapasitas 500 KL di 14 TBBM Pertamina.
Selain itu, pada penandatanganan serah terima operasi ini turut dihadiri Direktur Bioenergi, Andriah Feby Misna, dan 6 orang Supply & Distribution Region Manager I-VI PT Pertamina (Persero) yang mewakili 14 TBBM Pertamina, antara lain TBBM Lhokseumawe, Krueng Raya, Lubuk Linggau, Batu Raja, Tasikmalaya, Maos, Boyolali, Camplong, Malang, Sanggaran, Pulang Pisau, Sampit, Pangkalan Bun, dan Kota Baru.
Tak hanya itu, perwakilan penyedia jasa konstruksi sarpras ini dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk juga turut hadir dalam kegiatan serah terima tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Ditjen EBTKE, Wawan Supriatna yang mewakili Ditjen EBTKE selaku Kuasa Pengguna Barang mengatakan, aset hasil Pembangunan Sarana dan Prasarana BBN di TBBM Pertamina akan dipindahtangankan kepada PT Pertamina (Persero) melalui mekanisme Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dan dilaksanakan paling lama 6 bulan sejak ditandatangani BASTO.
“Ini merupakan keputusan yang berani dan prosesnya tidak mudah ketika usulan pembangunan sarpras ini diajukan. Kami mohon kerja sama Pertamina, apa yg sudah kita bangun bersama dapat dipelihara dengan optimal” kata Wawan.
Article Bottom AD

LEAVE A REPLY