Resmikan PLTS Tepian, Rida Puji Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah

Pemotogan Pita: Bupati Kalimantan Utara, Asmin Laura Hafiz (kiri) dan Dirjen EBTKE, Rida Mulyana (kanan) saat pemotongan pita dalam peresmian PLTS Terpusat Tepian, Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. (Foto: priskop.com)
Kalimantan Utara – Semangat pemerintah dalam mencapai elektrifikasi telah mencapai target yang telah ditentukan, menurut data statistik kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), persentase yang ditargetkan pada tahun 2017 sebesar 92,75% telah berhasil di capai dengan angka capaian sebesar 95,35%. Dengan begitu target tahun 2017 telah melebihi target sebesar 2,6%.
Untuk mencapai target elektrifikasi tahun 2018 pemerintah telah menaikkan target sebesar 97,35%. Salah satu proyek untuk mencapai angka elektrifikasi tersebut adalah dengan membangun pembangkit terpusat. Direktorat Jenderal  Energi Baru Terbarukan & Konservasi Energi (EBTKE) membuktikannya dengan peresmian PLTS Terpusat di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
PLTS ini berdiri di atas lahan 1 hektar dengan daya 75 KW. PLTS yang diresmikan oleh Dirjen EBTKE Rida Mulyana dan dihadiri oleh Bupati Nunukan, Kalimantan Utara, Asmin Laura Hafid pada Sabtu 10/03/2018 lalu, merupakan acara peresmian sekaligus serah terima kepada pemerintah daerah.
Menurut Rida program seperti ini adalah program pemerintah untuk membantu daerah terpencil agar memperoleh listrik dan mencapai energi yang berkeadilan sosial. Menurutnya kebutuhan energi listrik yang seharusnya menjadi tanggug jawab PLN juga dapat dibantu oleh negara, mengingat anggaran PLN yang terbatas.
“Program kelistrikan seperti ini selain mempunyai tujuan untuk memeratakan listrik di Indonesia, juga dapat memperkuat NKRI apabila teletak di perbatasan. Karena akan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme, mereka dapat merasakan pemerataan pembangunan di Indonesia.” ujarnya.
Rida juga menekankan bahwa terwujudnya PLTS Tepusat Tepian adalah wujud dari kerjasama yang baik antara legislatif, eksekutif dan masyarakat setempat. Sehingga dapat terlaksana proyek pembangkit listrik bertenaga matahari yang sebelumnya banyak dinantikan masyarakat Desa Tepian. Rida menyampaikannya dalam pidato peresmian dan serah terima PLTS Terpusat Tepian yang dibangun dengan anggaran APBN sebesar Rp. 5,9 Miliar.
Pembangkit yang bersumber dari sinar matahari ini mampu memberikan listrik untuk penduduk di Desa Tepian yang berjumlah 159 KK dengan jumlah terinstalasi 144 rumah. Melaui PLTS Terpusat ini penduduk dapat menikmati daya sebesar 220 Watt dengan kapasitas batas penggunaan sebesar 600 WH per hari dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore.
Dicko Aji Wicaksono, Engineering PT. Indo Electric Instruments selaku kontraktor proyek PLTS Terpusat Tepian menjelaskan bahwa warga mempunyai kesempatan menggunakan listrik untuk kebutuhannya dalam satu hari sebesar 600 Watt hours.
“Jadi nanti, apabila warga ada yg boros menggunakan listrik melebihi 600 watt hours dalam sehari, listrik secara otomatis akan mati. Karena akan dibatasi oleh alat meter yang kita sebut dengan Mini Circuit Breaker (MCB). Dan mereka akan dapat menggunakan listrik lagi keesokan harinya  jam 6 pagi lagi”. Terang Dicko.
Untuk pengelolahannya Pemerintah Daerah melalui Pemerintah Desa telah mengeluarkan peraturan desa yang kemudian di jalankan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Badan inilah yang berfungsi untuk mengatur dan menjaga keberlangsungan PLTS Terpusat Tepian setelah diserahkan sepenuhnya dari kementerian kepada pemerintah daerah.
Menurut Tohar Mustofa, Kepala Badan Usaha Milik Desa Tepian. Hadirnya PLTS ini benar-benar menjadi hal yang telah dinantikan oleh warga di Desa Tepian.
“Kami sangat bersyukur sekali akhirnya warga bisa menikmati listrik. Salah satu dampak yang paling terasa adalah semua warga dapat menikmati listrik baik itu miskin dan kaya. Coba dibayangkan sebelum ada PLTS, kami harus mengeluarkan anggaran Rp. 1,5 – 2 juta rupiah perbulan untuk dapat menikmati listrik sehari-hari. Itupun nyalanya hanya sebentar, dari jam 6 sore sampai jam 10 malam. Yang dapat menikmati listrik pada waktu itu hanya warga yang mampu saja, karena warga harus memiliki mesin diesel, tau sendiri lah harga mesin diesel juga mahal kan”. Ujar Tohar yang juga berprofesi sebagai guru SDN 14 Tepian. (Nan)
Article Bottom AD

LEAVE A REPLY