Sebanyak 108 Terminal BBM Pertamina Telah Salurkan B20

Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina, Gandhi Sriwidodo (berbatik biru) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI saat membahas industri kelapa sawit dan kebijakan Biodisel 20 persen (B20), Rabu siang (5/12/2018), di Ruang Rapat Komisi VI DPR RI, Senayan, Jakarta. Foto: Nataniel Pekaata/priskop.com
Article Inline AD

 

Jakarta,- Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI Rabu siang (5/12/2018), PT Pertamina (Persero) menyampaikan bahwa saat ini sudah ada 108 Terminal BBM (TBBM) milik BUMN Migas tersebut yang telah menyalurkan Biodiesel 20 Persen (B20).

Untuk diketahui, pada Agustus 2018 lalu, Pertamina menyatakan telah menyiapkan 112 TBBM miliknya untuk menyalurkan B20 kepada masyarakat. Hal ini merupakan bentuk kontribusi Pertamina dalam menjalankan kebijakan B20. Kebijakan B20 ini dibuat pemerintah untuk mengurangi impor migas, sehingga bisa memperbaiki neraca perdagangan karena mengurangi penggunaan devisa. Kebijakan B20 telah diimplementasikan sejak 1 September 2018 lalu.

Dalam RDP tersebut, Pertamina menjelaskan bahwa sebanyak 108 TBBM (dari 112 TBBM yang disiapkan) telah menyalurkan B20. Rinciannya, 60 TBBM telah menyalurkan B20 sejak sebelum 1 September 2018, dan 48 TBBM mulai menyalurkan B20 di bulan September hingga November 2018.

Hal tersebut disampaikan Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina, Gandhi Sriwidodo.

Sementara itu empat TBBM lainnya (dari 112 TBBM yang disiapkan Pertamina), saat ini belum menyalurkan B20. Yakni: Bula (end TBBM), Sanana (end TBBM), Larantuka (tidak lagi menyalurkan solar, dialihkan ke TBBM Maumere) dan Sambu (baru menerima penunjukan alokasi).

Gandhi Sriwidodo menjelaskan bahwa empat TBBM (Bula, Sanana, Larantuka, Sambu) tersebut belum bisa menyalurkan B20 karena kendala lokasi. “Lokasinya jauh dan cukup terpencil,” ujarnya kepada priskop.com, usai RDP.

Gandhi mengatakan, terkait hal tersebut, Pertamina akan mengusulkan kepada Pemerintah untuk dapat memperkecil titik blending (pencampuran biodiesel) menjadi 25 titik saja.

Untuk diketahui, RDP Komisi VI pada Rabu siang ini digelar untuk membahas industri kelapa sawit dan kebijakan B20. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI Azam Azman Natawijana dan Dito Ganinduto.

Dalam rapat ini, hadir juga para undangan, yang merupakan pemangku kepentingan terkait industri kelapa sawit dan B20. Antara lain: Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN; Direktur Utama (Dirut) Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS); PT. Pertamina (Persero) yang diwakili Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina, Gandhi Sriwidodo; Dirut PT. Perkebunan Nusantara III Holding (Persero), Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI); serta Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (APROBI).

(Nataniel Pekaata)

Article Bottom AD