Sekjen MKI: Perkembangan Listrik Indonesia Alami Kemajuan

0
11
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI) Heru Dewanto menjelaskan perkembangan dunia industri dan kelistrikan di Jakarta. (Foto: Istimewa)
Article Inline AD

Jakarta – Suksesnya penyediaan energi listrik di Indonesia tidak lepas dari peranan Pemerintah melalui BUMN dan ESDM dengan pihak swasta. Dan beberapa hari ke depan, Indonesia akan diwarnai berbagai macam pameran energi dan teknologi canggih untuk menyambut Hari Listrik Nasional, salah satunya Power-GEN Asia (PGA) yang akan berlangsung di ICE BSD City pada 18-20 September 2018.

Acara tersebut diyakini oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI) sebagai ajang untuk membahas isu-isu penting khususnya di sektor energi kelistrikan. Dalam catatannya, ia menyampaikan bahwa kondisi sistem kelistrikan Indonesia tengah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun 2015, dari 23 sistem besar (kelistrikan), 11 sistem mengalami defisit. Tapi tahun ini, sistem kelistrikan Indonesia tidak mengalami defisit,” ujar Sekjen MKI Heru Dewanto kepada wartawan dalam acara Media Briefing beserta General Electric (GE) Indonesia di Jakarta, kemarin (13/9/2018).

Ia menuturkan bahwa kondisi kelistrikan Indonesia membaik. Selain itu, untuk tarif listriknya juga Indonesia dinilai masih kompetitif bila dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN).

“Kondisi kelistrikan Indonesia membaik. Dari ranking 106 pada 2016 menjadi 72 ranking 2018. Untuk tarif listrik di Indonesia juga tidak paling mahal di ASEAN, dan juga tidak paling murah,” lanjutnya.

Heru juga menjelaskan bahwa saat ini dunia sedang terjadi revolusi industri 4.0. Hal ini dilihat dari geliat para produsen mobil yang mulai mengembangkan mobil berbahan bakar listrik dan perlahan akan meninggalkan bahan bakar fosil.

“Dunia sedang terjadi revolusi industri 4.0. Tahun 2030 sampai 2040 negara sepakat untuk menggunakan mobil berbahan bakar listrik. Dan sepakat untuk meninggalkan bahan bakar fosil. Sedangkan Indonesia sepakat pada tahun 2040,” terang Heru Dewanto.

Dengan meningkatnya perkembangan kelistrikan di seluruh wilayah Indonesia, dirinya juga mengapresiasi kinerja Pemerintah. “Sekarang, saatnya kita apresiasi terhadap Pemerintah dalam membangun kelistrikan di daerah terpencil, terluar,” pungkas Heru.(her)

Article Bottom AD

LEAVE A REPLY