Sepeda Motor Melintas Dilarang Membuat E-Bike yang Bergaya Hidup Green Renewable Energy Dapat Bersarang

Article Inline AD

Program Penerapan jalan terlarang baru bagi sepeda motor melintas akan berlaku mulai tanggal 11 Oktober 2017 dengan tahap uji coba akan dimulai pada tanggal 12 September 2017 sampai dengan tanggal 10 Oktober 2017. Daerah jalan terlarang baru terdapat dua ruas jalan yaitu ruas jalan Jenderal Sudirman, dari bundaran Senayan hingga bundaran HI, dan ruas jalan Rasuna Said, dari jalan Rasuna Said hingga jalan Imam Bonjol. Jalan terlarang pada ruas jalan Jenderal Sudirman menjadi lebih panjang yaitu dari bundaran Senayan hingga jalan Merdeka Barat. Waktu penerapan adalah dari pukul 6.00 sampai dengan 23.00 WIB.

Tujuan dari program penerapan jalan terlarang baru bagi sepeda motor yang dilakukan bersama dengan program penerapan ganjil-genap adalah untuk mengurangi kemacetan dan memaksa pengguna kendaraan bermotor untuk menggunakan angkutan umum. PT. Transjakarta menyiapkan shuttle bus dan angkutan pengumpan untuk mendukung program baru ini.

Sepeda motor yang dilarang melintas jalan terlarang membuat masyarakat berpikir untuk mencari pilihan kendaraan yang layak untuk digunakan. E-Bike yang mendukung gaya hidup green energy dan penggunaan renewable energy dapat menjadi pilihan untuk dapat bersarang di kehidupan masyarakat dan digunakan sebagai sarana transportasi sehari-hari untuk melintas di daerah jalan terlarang.
E-Bike, electric bicycle, atau sepeda listrik, adalah sebuah sepeda dengan motor listrik terpadu yang dapat digunakan untuk propulsi atau tenaga penggerak. Tersedia berbagai macam e-bike di seluruh dunia, dari e-bike yang hanya memiliki sebuah motor kecil untuk membantu pengendara menggunakan pedal-power sampai dengan e-bike yang lebih kuat yang cenderung berfungsi seperti moped atau motor bebek secara keseluruhan, namun tetap mempertahankan kemampuan untuk dikayuh oleh pengendara dan bukan merupakan electric motorcycle atau sepeda motor listrik.

E-Bike menggunakan baterai isi ulang dengan varietas yang bertenaga lebih ringan dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan hingga 25 ke 32 km/h, sementara varietas bertenaga lebih tinggi dapat sering melakukan perjalanan dengan kecepatan lebih dari 45 km/h. Di beberapa pasar, seperti Jerman, mereka akan mendapatkan popularitas dan mengambil sebagian pangsa pasar dari sepeda konvensional, sementara di negara lain, seperti Cina, mereka menggantikan moped dan sepeda motor kecil bertenaga bahan bakar bensin.
E-bike yang dikenal di Indonesia dengan istilah selis, dapat dicari dan dilihat produknya pada beberapa produsen dan distributor e-bike, dengan salah satu produsen e-bike di Indonesia yaitu PT. Juara Bike dengan merek yang sama dengan istilah tersebut, Selis. Produsen dan distributor lainnya adalah PT. Xelimo Kreasi Transtindo, dengan merk Xelimo, dan E-Bike Indo.
Penggunaan e-bike di Indonesia sebagai salah satu opsi yang merupakan sebuah solusi alternatif penggunaan sepeda motor akan semakin mendekatkan gaya hidup green energy yang menggunakan renewable energy kepada masyarakat dengan demikian dapat juga menjadi solusi terhadap masalah lingkungan, ekonomi, dan sebagainya di Indonesia dan dunia, yang disebabkan oleh penggunaan energi yang berpengaruh buruk pada alam.

Article Bottom AD

LEAVE A REPLY