Strategi Pemerintah Untuk Maksimalisasi Sektor Pertambangan di Tahun 2019

Andri B Firmanto, Kepala Seksi Pengawasan Pemasaran Mineral, Direktorat Pengusahaan Minerba Ditjen Minerba Kementerian ESDM, dalam diskusi bertema “Masa Depan Industri Hilirisasi Mineral di Indonesia” di Kantor KAHMI Center, Jalan Turi 1 No. 14, Jakarta, Rabu lalu (14/11/2018). Foto: Nur Cahyono/priskop.com
Article Inline AD

 

Jakarta,- Pemerintah Indonesia telah menyiapkan strategi untuk maksimalisasi sektor pertambangan dan peningkatan pendapatan negara di tahun 2019. Strategi, antara lain dilaksanakan melalui: konsistensi dengan kebijakan peningkatan nilai tambah mineral, pemenuhan kebutuhan downstream, peningkatan investasi, optimalisasi pendapatan negara, peningkatan eksplorasi, dan peningkatan peran pertambangan bagi pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan oleh Andri B Firmanto, Kepala Seksi Pengawasan Pemasaran Mineral, Direktorat Pengusahaan Minerba Ditjen Minerba Kementerian ESDM, dalam diskusi bertema “Masa Depan Industri Hilirisasi Mineral di Indonesia” di Kantor KAHMI Center, Jalan Turi 1 No. 14, Jakarta, Rabu lalu (14/11/2018).

Strategi ini merupakan bagian dari Rencana Strategis Kementerian ESDM Tahun 2015-2019, yang merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019.

Langkah pertama, jelas Andi, yaitu: konsistensi kebijakan peningkatan nilai tambah mineral. Yaitu dengan cara melakukan pembinaan dan pengawasan yang lebih ketat terhadap pemegang insentif ekspor, perkembangan smelter, pemberian insentif fasilitas dan kemudahan perizinan, serta kontrol produksi dan ekspor.

Setelah langkah pertama dilaksanakan, lalu dilanjutkan dengan pemenuhan kebutuhan downstream.  “Perlu pengaturan regulasi terkait Domestic Market Obligation (DMO) untuk bijih dan produk akhir. Koordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk penentuan kebutuhan downstream, serta implementasi DMO mineral,” kata Andri.

Setelah pemenuhan kebutuhan downstream, lanjut Andri, perlu ditingkatkan dalam peningkatan investasi dengan melakukan promosi investasi dan penyederhanaan peraturan dan perizinan serta peningkatan kualitas pelayanan.

Selanjutnya yaitu optimalisasi pendapatan negara. “Optimalisasi itu dilakukan dengan peningkatan pengelolaan penerimaan negara dan dana bagi hasil kepada daerah serta membuat aplikasi e-PNBP,” tambahnya.

Setelah itu, tahapan selanjutnya adalah melakukan peningkatan eksplorasi dan peningkatan peran pertambangan bagi pembangunan daerah. “Peningkatan peran perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat dan peningkatan local content,” pungkas Andri.

(Nur Cahyono)

Article Bottom AD