Teknologi CCS Solusi Melawan Perubahan Cuaca Dan Emisi

0
177
Amerika – Perubahan iklim yang ekstrim perlu diantisipasi dengan teknologi yang menjanjikan.  Pernahkah mendengar istilah Carbone Caputure and Storage (CCS). Memang, pemahaman awal tentang teknologi karbon pastinya berbiaya mahal dan beresiko.  Namun, cara ini diyakini oleh banyak ilmuwan luar negeri sebagai teknologi yang sesuai untuk melawan perubahan cuaca sekaligus mengurangi emisi karbon di bumi.
CSS berupa teknologi yang menangkap emisi karbon dioksida dari sumber bahan bakar fosil dan menyuntikkannya jauh ke dalam bumi untuk penyimpanan permanen.  Ini selalu menjadi mitos mitigasi perubahan iklim yang buruk.
Seperti diberitakan Clean Technica, Badan Energi Internasional mengungkapkan bahwa energi angin dan matahari masih memasok kurang dari 5 persen energi dunia. Sedangkan bahan bakar fosil masih di angka tak kurang dari 80 persen.  Hal ini yang membuat emisi karbon dioksida global meningkat. Masih jauh dari harapan Kesepakatan Iklim Paris yang menargetkan 2 derajat Celcius untuk bumi kedepan.
CCS adalah satu-satunya pilihan yang memungkinkan kita menggunakan bahan bakar fosil tanpa memancarkan karbon dioksida saat kita beralih ke masa depan yang didominasi energi terbarukan. Emisi dapat ditangkap dari pembangkit listrik tenaga batu bara dan gas serta baja, semen, plastik, dan produksi pupuk.
Teknologi ini menunjukkan bahwa karbon dioksida dapat disimpan dengan aman dalam formasi geologi di bawah tanah. Masalahnya, belum terjangkaunya biaya operasional dan perlunya dukungan finansial yang serius.  Kini, banyak negara-negara penghasil minyak dan gas mendukung undang-undang yang secara signifikan meningkatkan kredit pajak untuk penyimpanan geologis karbon dioksida.
Dalam waktu dekat, ini akan memicu proyek baru yang menangkap karbon dioksida dan memasoknya untuk digunakan dalam pemulihan minyak yang disempurnakan. Itu adalah proses di mana karbon dioksida disuntikkan ke ladang minyak yang habis untuk meningkatkan produksi minyak sambil menjebak karbon dioksida di bawah tanah.  Ini adalah win-win solusi ketika peningkatan produksi minyak dilakukan, sembari penurunan ketergantungan pada impor minyak, sambil mengurangi emisi.
Pendekatan penangkapan karbon yang ada untuk pembangkit listrik memiliki tantangan kritis dan mahal.  Memisahkan karbon dioksida dengan konsentrasi rendah dari campuran gas buang.  Power Net “Allam Cycle” secara fundamental mendesain ulang bagaimana generator listrik bahan bakar fosil secara tradisional bekerja untuk menghindari tantangan pemisahan dan menghasilkan pembuangan gas karbon dioksida dan air yang mudah dilepas. Hasilnya, pembangkit listrik yang bisa menghasilkan listrik seefisien generator listrik bekas gas yang ada, sambil menangkap 100 persen emisinya dengan biaya tambahan.
Sebuah teknologi berskala besar dan kompleks memang membutuhkan modal besar diawal pembangunannya. Namun, seiring dengan pengembangannya, tentunya akan turun secara bertahap, seperti yang terjadi dengan teknologi panel surya yang awalnya berbiaya mahal.
Apalagi jika pemerintah turut mendukung teknologi tersebut melalui kebijakan pajak bagi pengguna teknologi energi terbarukan ini. Dengan keringanan itu, maka akan semakin banyak pengguna yang beralih ke energi bersih terbarukan. (Liy)
Article Bottom AD

LEAVE A REPLY