Teknologi Smart Meter Permudah Pengguna dan Penyedia Listrik

0
158
FGD PJCI Ke-III: Rutin digelar selama satu bulan sekali, kali ini FGD yang digelar PJCI bertemakan seputar sistem pintar dalam metering. (sumber: priskop.com)
Jakarta – Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) menggelar seminar mengenai Advance Metering Infrastructure (AMI) di Jakarta, Kamis (11/1/2018). Dalam diskusi tersebut ditekankan bahwa pentingnya mengembangkan smart meter untuk kemudahan pelanggan dan penyedia listrik. Akademisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Riyananto menyebutkan, teknologi AMI saat ini tengah dikembangkan di Indonesia, menyusul Amerika dan Eroopa yang sudah lebih dulu pada 2012.
“Prinsipnya Advance Metering Infrastructure, adanya meteran listrik pintar, bukan hanya mengukur kwh, tapi juga bisa mendeteksi pencurian listrik, penghitungan tarif dan penggunaan listrik per hari,” kata Riyananto kepada Priskop di Jakarta, Kamis (11/1/2018).
Namun, sebelum menerapkan teknologi tersebut di seluruh wilayah Indonesia, saat ini dibutuhkan kajian untuk menetapkan standar fungsional smart meter di Indonesia. Hal tersebut ditujukan agar nantinya setiap produsen smart meter dapat memproduksi unit dengan standar tertentu.
“Untuk membuat smart meter bisa berkomunikasi dengan pihak manapun, perlu standar protokol komunikasi terlebih dahulu. di AS dan Eropa menggunakan Internet Protocol versi 4. Nantinya smart meter menggunakan IP versi 6,” tambah Riyananto.
Beberapa keuntungan yang dapat dirasakan bagi pengguna smart meter antara lain, konsumen dapat melihat pola konsumsi kwh-nya. Selain itu, teknologi smart meter juga dapat membantu user untuk mengetahui tingkat konsumsi per hari maupun per bulan.Tak hanya itu, smart meter juga dapat mendeteksi berapa lama pemadaman listrik, kapan dan bagaimana cara mengefisiensi listrik. Sementara bagi penyedia listrik, PLN dapat mengetahui ada pelanggan yang nakal seperti pencurian listrik.
Sampai saat ini, penggunaan smart meter sudah diterapkan, namun belom populer. Penggunaan smart meter saat ini masih digunakan oleh pelanggan besar seperti mall, industri dan instansi pemerintahan.
“Kita sudah mengarah kearah sana, kita mengikuti perkembangan dunia dan membuat standarnya. Sekarang di Jakarta beberapa udah pakai smart meter, meteran digital. Umumnya sekarang yang dipakai pelanggan besar,” tambah Riyananto.
Sebelumnya, di Amerika dan Eropa teknologi smart meter sudah ada terlebih dahulu. Mereka memulai kajiannya standar fungsional pada 2008 dan selesai pada 2010. Sementara pada 2010 sudah memutuskan finalisasi. “Sekarang di Indonesia harus segera menetapkan standar fungsional ini supaya tidak tertinggal,” tutup Riyananto. (Nan)
Article Bottom AD

LEAVE A REPLY