Turbin Angin : Semakin Tinggi, Semakin Menantang

Amerika – Turbin angin masih menjadi primadona dalam inovasi energi bersih terbarukan dewasa ini.  Dengan logika matematika sederhana, yakni semakin besar ukuran turbin maka semakin banyak energi yang dapat dihasilkan dan dikumpulkan, membuat inovasi turbin angin semakin dilirik.
Secara khusus, ada dua cara untuk menghasilkan lebih banyak tenaga dari angin di area tertentu. Pertama adalah dengan rotor dan bilah yang lebih besar untuk menutupi area yang lebih luas. Cara ini meningkatkan kapasitas turbin, yakni total potensi produksinya.
Kedua adalah membuat bilah naik lebih tinggi ke atmosfer, di mana angin bertiup lebih mantap. Cara itu dapat meningkatkan “faktor kapasitas” turbin, yaitu jumlah kekuatan yang sebenarnya dihasilkannya relatif terhadap potensi totalnya (potensi seberapa sering alat ini beroperasi).
Perjalanan pengembangan tenaga angin telah menjadi sejarah teknik turbin yang lebih tinggi dengan pisau yang lebih besar. Dengan penampilan yang menjulang, ramping, cenderung membungkuk dan melentur. Namun ketika pisau turbin panjang terlalu membungkuk, mereka bisa menabrak menara,  seperti pada kejadian di Denmark tahun 2008 silam setelah “rem “nya gagal dan terlepas dari kendali.
Ada tantangan teknik tersendiri bagi turbin angin.  Yakni tentang menemukan desain dan material yang bisa tahan terhadap tekanan yang menyertai tinggi dan angin. Tekanan tersebut akan menjadi sangat kuat.  Selain itu, lokasi tempat berdirinya turbin pun mempengaruhi, apakah di darat atau di lautan. Turbin di darat, akan menemui kendala non teknis, seperti transportasi, infrastruktur, penggunaan lahan, burung besar, bayangan, dan lainnya.
Berbeda dengan di Eropa ketika turbin ditancapkan di atas lautan dengan tanah dasar laut yang sulit terlihat. Satu-satunya batasan ukuran tersebut adalah rekayasa atau perkiraan. Efeknya, turbin lepas pantai saat ini berkompromi lebih cepat daripada turbin di darat selama dekade terakhir. Sampai sekarang, Amerika memiliki hanya satu instalasi lepas pantai yang beroperasi, yakni Block Island Wind Farm dari Rhode Island yang tingginya naik menjadi sekitar 590 kaki.
Sebuah contoh nyata dari tren ini muncul ketika GE Renewable Energy mengumumkan bahwa mereka akan menginvestasikan $ 400 juta untuk mengembangkan turbin monster baru bernama Haliade-X, yang diyakini sebagai yang terbesar, tertinggi, dan paling kuat di dunia. Unit pertama diperkirakan akan dikirim pada 2021 mendatang.
Ini memang mengesankan secara prestasi teknik, namun signifikansi ukuran turbin yang berkembang jauh melampaui itu. Turbin yang lebih besar memanen lebih banyak energi, lebih mantap, semakin sedikit variabel, dan lebih dapat diandalkan dan mudah untuk berintegrasi ke dalam grid.
Saat ini memang tenaga angin sudah mengungguli sumber lain di pasar grosir energi.  Dalam artikel ini, ukuran turbin GE Renewable Energy masih menjadi bahan penelitian.  Berdasarkan pendapat Ben Hoen, seorang ilmuwan riset di Lawrence Berkeley National Laboratory , tinggi total rata-rata (dari basis ke ujung) turbin darat Amerika pada 2017 adalah 142 meter (466 kaki).
Turbin median mendekati 152 meter (499 kaki). “Sebenarnya, median mendekati angka maksimal. Dengan kata lain, seiring berjalannya waktu, turbin darat di Amerika nampaknya konvergen dengan kira-kira setinggi itu. Karena jika membangun lebih tinggi dari 499 kaki, Federal Aviation Administration memerlukan beberapa langkah ekstra untuk menyetujuinya, dan tampaknya sebagian besar pengembang belum berminat,” katanya seperti dilansir vox.com.  Adapun turbin darat di Amerika yang paling tinggi berada di proyek Hancock Wind di Hancock County, Maine, dengan tinggi sekitar 574 kaki. (Liy)
Article Bottom AD